Soviet tentu mendukung penuh langkah Indonesia ini, mereka senang hati menghajar Belanda sekalian AS bila perlu di Irian.
Soviet melihat militer Indonesia bakal kalah jika melawan Belanda yang dibantu asistensi AS.
Soviet lantas mengidentifikasi bahwa mereka harus mengirim tentara ke Indonesia secepat mungkin sebagai persiapan menyambut perang.
Dikutip dari buku Perang Rahasia CCCP karya sejarawan Uni Soviet Alexander Okorokov, Kremlin memerintahkan Letjen AF Semyonov menyiapkan Task Force dari AU Soviet yakni Resimen 831 untuk bersiap dinas luar negeri.
Para prajurit Resimen 831 lantas bersiap untuk berangkat, mereka cuma diberitahu akan bertugas di wilayah berpotensi konflik melawan Barat.
"Semyonov tak menyebut negara mana yang dituju kepada kami, ia cuma mengatakan negara itu punya perbedaan adat dan cuaca yang sangat bertolak belakang dengan kampung halaman kami," jelas Okorokov.
Setelah itu Resimen 831 yang memang spesialisasi grup tempur tersebut berangkat menggunakan pesawat Ilyushin Il-18.
Baca Juga: Kisah Operasi Rahasia Rusia Kirim Pilot Tempurnya untuk Bantu Indonesia Melawan NATO
Didalam pesawat para Tentara Merah itu bertanya-tanya mau kemana mereka.
Pesawat lantas terbang ke Tashkent, singgah sebentar ke New Delhi lalu isi perut di Rangoon.
Usai take off dari Rangoon, barulah anggota Resimen 831 diberitahu kemana mereka akan pergi.
"Kami akan dikirim dalam suatu misi tempur ke Indonesia," jelas Okorokov.
Nampak kaget para anggota Resimen 831, mereka tak begitu tahu bahwa di Irian Barat tengah dipertaruhkan perdamaian dunia.
Jika perang meletus bisa jadi di sana dimulainya perang Pasifik baru.
Rupanya Resimen 831 ditempatkan di Lanud Iswahjudi, Madiun.