Di Iswahjudi, juga sudah ada kru AU Soviet dari skadron Pengawal ke 32.
Semua orang-orang Soviet itu disana ditugaskan melatih personel Indonesia mengoperasikan jet tempur MiG dan pembom Tu-16.
Tentara Indonesia tentu semangat dengan keberadaan pasukan Soviet ini.
Apalagi Soviet juga mau ikut membantu Indonesia bertempur di garis depan.
Okorokov mengungkapkan bahwa ada satu pilot Rusia yang mengendarai jet tempur beridentitas AURI menyerang sebuah stasiun radar milik Belanda di Manokwari.
Misi itu sukses namun jet tempur itu tak pernah kembali ke pangkalan, ada kemungkinan ditembak jatuh Belanda.
"Ia tak pernah kembali," kata Okorokov.
Untung di Irian tak ada perang pecah, Indonesia berhasil merebut kembali wilayahnya dari geng NATO dibantu oleh Rusia.*
Baca Juga: Indonesia Dinilai Menderita Harus Rawat F-16, Su-27 dan Su-30