Tak cuma Kapolri, Presiden Republik Indonesia, Jokowi rupanya juga sudah mengunjungi lokasi pengungsi kebakaran Depo Pertamina Plumpang.
Hal ini seperti dikutip Zonajakarta.com dari akun Twitter resmi milik Presiden @jokowi yang mengunggah postingan pada 5 Maret 2023.
"Terminal BBM Pertamina Plumpang, Jakarta Utara, terbakar, Jumat lalu. Saya menyampaikan dukacita mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa ini.
Pagi tadi, saya meninjau salah satu posko pengungsi warga di Rawa Badak Selatan, dan melihat langsung kondisi para pengungsi," tulis akun Twitter @jokowi.
Baca Juga: Kebakaran Hebat Depo Pertamina Plumpang Rugikan Ratusan Warga Sekitar, Pengamat Jelaskan Penyebabnya
Tak cuma mengunjungi lokasi pengungsi, Presiden Jokowi juga meminta untuk menteri BUMN dan Gubernur DKI untuk mencari solusi.
"Terkait peristiwa kebakaran ini, saya telah memerintahkan kepada Menteri BUMN dan juga Gubernur DKI untuk segera mencari jalan keluar dari kejadian di Plumpang ini. Terutama, mengingat lokasi di sekitar Terminal BBM Pertamina Plumpang yang memang zona bahaya," ujar akun Twitter @jokowi.
"Lokasinya tidak bisa lagi ditinggali, tetapi harus ada jalan keluar bagi warga. Keamanan dan keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, saya minta keputusan soal ini sudah ada dalam dua hari," lanjut akun Twitter @jokowi dalam postingannya.
Terminal BBM Pertamina Plumpang, Jakarta Utara, terbakar, Jumat lalu. Saya menyampaikan dukacita mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa ini.
Pagi tadi, saya meninjau salah satu posko pengungsi warga di Rawa Badak Selatan, dan melihat langsung kondisi para pengungsi. pic.twitter.com/1dDlWVNRLe— Joko Widodo (@jokowi) March 5, 2023
Salah satu yang menjadi polemik saat ini adalah lokasi Depo Pertamina Plumpang itu sendiri.
Posisinya yang terlalu berdekatan dengan pemukiman menjadi masalah sendiri.
Baca Juga: Kebakaran Hebat Depo Pertamina Plumpang Rugikan Ratusan Warga Sekitar, Pengamat Jelaskan Penyebabnya
Karena salah satu yang menyebabkan kebakaran semakin besar yaitu rumah-rumah warga di sekitarnya.
Hal ini juga dijelaskan oleh pengamat BUMN bernama Toto Pranoto.