Dijelaskan di Ragam Indonesia, Toto menganggap masalah ini sebagai persoalan yang klasik.
Maksudnya? Dia menjelaskan pada awalnya tidak ada warga sekitar yang tinggal di dekat depo itu.
Baca Juga: Sebelum Depo Pertamina Plumpang Meledak, Ternyata Warga Sekitar Sudah Rasakan Ini, Pertanda?
“Saat Depo Pertamina Plumpang pertama kali dibangun, tidak ada satupun rumah warga di sekitarnya”, tutur Toto.
Tapi karena buruknya koordinasi akan tata kelola, rumah di sekitar depo itu semakin ramai.
Bagi Toto, ini lah salah satu faktor yang menyebabkan korban lebih banyak dari sisi warga.
“Korban jiwa mungkin sebagian besar dari masyarakat yang rumahnya berhimpitan dengan Depe Pertamina Plumpang tersebut”.
“Secara aspek, keselamatan jelas di situasi ini sangat rawan”, sambungnya.
Menariknya, ternyata permasalahan rumah warga di sekitar depo itu sudah pernah disinggung Ahok.
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pernah membahas ini pada tahun 2016 silam.
Yaitu pada saat Pilkada DKI Jakarta antara paslon Ahok dengan Anies Baswedan.
Ahok menjelaskan bahwa tanah di sekitar depo itu merupakan aset milik PT Pertamina.
Dan memang seharusnya tidak boleh ada yang menempati lokasi itu.