Dalam mengupayakan ini, Ganjar Pranowo sudah berkoordinasi dengan PSSI maupun pihak terkait lainnya.
“Piala Dunia U-20 tetap bisa berjalan tanpa haus mengorbankan komitmen pendiri bangsa, yaitu untuk kemerdekaan Palestina”, pungkas Ganjar menyudahi.
Dengan berbagai macam penolakan ini, Pemerintah Indonesia harus siap juga mengambil sikap.
Karena apapun keputusan pemerintah nantinya, sama-sama akan melahirkan polemik.
Siapa yang harus dibela, permintaan publik atau FIFA?
Karena pada dasarnya, segala bentuk kompetisi sepak bola berada di bawah naungan FIFA termasuk Piala Dunia U-20.
Jika pemerintah bersedia memenuhi tekanan publik, maka Indonesia juga harus siap mendapatkan sanksi FIFA.
Indonesia bisa terancam tidak boleh mengikuti ajang internasional sampai batas waktu yang ditentukan.
Bahkan penyelenggaraan Piala Dunia U-20 bisa saja ditunda bahkan dipindahkan.
Atau yang paling mungkin terjadi, Indonesia akan mendapatkan citra sebagai negara diskriminatif terhadap bangsa lain.
***