Saat ini mereka benar-benar diandalkan pemerintah AS untuk membangun USAF yang lebih modern.
Maka keberlangsungan F-16 Viper setidaknya untuk 20 tahun kedepan terjamin.
Saat ini keberlangsungan hidup sebuah jet tempur menjadi persoalan penting.
Misal kasus Mirage 2000, meski ia jet tempur bagus namun lini produksinya sudah tutup.
Jadi jangan heran untuk mencari suku cadang Mirage 2000 sulitnya setengah mati.
Jika ada harga suku cadang Mirage 2000 terlampau mahal.
Sebab itulah Indonesia saat ini mengincar tiga jenis jet tempur.
Pertama tentu Rafale dimana lifetime nya sangat panjang karena masa depan penempur Prancis itu cerah.
Kedua, F-15 Eagle II dimana Boeing rela menutup lini produksi F-18 demi keberlangsungan hidup si Elang.
Ketiga tentunya F-16 Viper yang sudah tak diragukan lagi untuk urusan suku cadang dan lain sebagainya.
Terlebih F-16 Viper saat ini bukan jet tempur single engine yang katrok di medan tempur.
AS menanamkan sistem pertahanan diri bernama Viper Shield di Block 72.
L3Harris yang sedari awal menyediakan electronic warfare (EW) untuk F-16 ditunjuk sebagai pengembang Viper Shield.
L3Harris beranggapan bahwa F-16 tak akan mampu bertahan di pertempuran multidimensi saat ini jika tak dibekali EW Viper Shield.
"Pesawat tempur F-16 generasi berikutnya akan menghadapi ancaman masa depan yang sebelumnya tak terbayangkan.