Untuk memenuhi tantangan tersebut, Viper Shield all-digital electronic warfare (EW) suite dirancang khusus untuk menjadi dasar pada pesawat F-16 Block 70 72 canggih dan memaksimalkan kemampuan bertahan dan keberhasilan misi mereka.
Dalam kemitraan dengan Lockheed Martin dan Angkatan Udara AS, L3Harris sedang mengembangkan Perisai Viper AN/ALQ-254(V)1 baru untuk memberi sekutu AS penanggulangan mutakhir terhadap ancaman canggih yang selalu berubah," jelasnya.
Viper Shield bertugas untuk memberikan perlindungan 360 derajat bagi F-16.
Viper Shield menggunakan commercial-off-the-shelf (COTS) dimana ia meningkatkan kesadaran situasional bagi pilot apabila terancam oleh sesuatu.
Selain itu L3Harris mencangkokkan digital radar warning receiver sekaligus radar AESA APG-83 ke komponen Viper Shield.
"Komponen teknologi yang ditentukan perangkat lunak Viper Shield memungkinkan peringatan ancaman radar digital yang belum pernah terjadi sebelumnya dan kemampuan penanggulangan digital yang kuat dalam sistem yang dipasang secara internal dan terintegrasi penuh.
Teknologi digital radar warning receiver (DRWR) canggihnya terintegrasi secara mulus dengan radar active electronically scanned array (AESA) APG-83 pesawat baru untuk memberikan kesadaran situasional yang lebih besar.
Sistem gangguan berbasis memori frekuensi radio digital (DRFM) memberikan kemampuan yang ditingkatkan terhadap ancaman tingkat lanjut," ungkapnya.
Uniknya L3Harris menjelaskan bahwa Viper Shield masih bisa diupgrade di masa depan.
Hal ini memungkinkan peningkatan kemampuan dari F-16 Viper yang lebih mematikan lagi.
"Desainnya juga berwawasan ke depan dengan menyediakan pertumbuhan dan penyempurnaan di masa mendatang," bebernya.
L3Harris sendiri sudah 30 tahun menangani EW F-16 berbagai Block.
Maka ada kemungkinan avionik di F-16 Indonesia saat ini juga ada buatan L3Harris.
"L3Harris telah menyediakan sistem EW pada F-16 selama lebih dari 30 tahun, dengan sistem kami yang ada melindungi armada banyak negara di seluruh dunia.