Duet F-15 Eagle II dan Rafale membuat ruang udara Indonesia jadi terjaga lebih baik.
Ini belum nanti ketambahan KF-21 Boramae yang bisa mempertebal opsi militer Indonesia.
KF-21 Boramae akan membentuk tridente dengan Rafale dan F-15 Eagle II untuk melawan setiap ancaman asing yang mengarah ke Indonesia.
Lantas bagaimana nasib F-16 dan Sukhoi?
Dua pilihan bagi Indonesia, tetap mengoperasikannya sembari menunggu waktu mempunyai jet tempur generasi kelima.
Atau mempensiunkannya supaya anggaran lebih banyak untuk KF-21, Rafale dan F-15 Eagle II.
Terkhusus untuk Rafale, Indonesia sudah fix membayarnya dimana 42 unit secara bertahap akan datang.
Unit pertama diperkirakan akan datang pada 2026.
Indonesia membeli Rafale paket komplit.
Berarti ada paket senjata, pelatihan, perawatan sekalian suku cadang senilai Rp 119 T lebih.
Uang sebanyak itu akan terlihat amat sedikit bila untuk menegakkan kedaulatan NKRI.
Bulgarian Military pada 9 Maret 2023 menilai jika Indonesia sudah tepat membeli Rafale.
Ia mencontohkan Mesir yang sudah membeli Rafale kini mempunyai alutsista game changer.
"Mesir memilih Rafale, yang diakuinya sebagai Game Changer yang unik, untuk memastikan perannya sebagai pemain kunci di panggung regional dan internasional di bawah kedaulatan penuh, dalam konteks geopolitik yang menuntut.