internasional

Malaysia segera Buka Tender Kapal Perang MRSS Raksasa, PT PAL Disebut Siap Transfer Teknologi Makassar-class

Jumat, 17 April 2026 | 10:53 WIB
AL Malaysia finalisasi tender MRSS untuk kuatkan logistik Sabah-Sarawak. Kerja sama PT PAL Indonesia dan LUNAS tawarkan transfer teknologi. (PT PAL)

ZONAJAKARTA.com - Royal Malaysian Navy (RMN) sedang mempersiapkan penguatan armada dengan Multi-Role Support Ship (MRSS).

Procurement kapal ini berada di tahap perencanaan akhir, dengan tender diperkirakan akan diterbitkan dalam waktu dekat.

Langkah ini menjadi bagian krusial dari modernisasi angkatan laut Malaysia menghadapi dinamika geopolitik kawasan.

Baca Juga: 6 Raksasa Senjata Dunia yang Ikut Pameran DSA 2026 Malaysia Ini punya Sisi Gelap dan Rekam Jejak Kontroversial

Dikutip dari Bernama, "RMN Set To Boost Fleet Readiness With New Assets", 16 April 2026, Wakil Komandan RMN Laksamana Madya Datuk Ts. Badarudin Taha menyatakan bahwa pengadaan MRSS sangat penting.

Yaitu untuk menjembatani kesenjangan logistik antara Semenanjung Malaysia dengan Sabah dan Sarawak, serta meningkatkan kesiapan menghadapi krisis dan konflik regional.

Kapal serbaguna ini dirancang mampu mengangkut pasukan, kendaraan tempur, serta mendukung hingga empat helikopter sekaligus.

MRSS juga akan memainkan peran penting dalam operasi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

RMN menargetkan dua unit MRSS pada periode 2026 hingga 2030 di bawah Rancangan Malaysia Ke-13 (RMK-13), dengan kemungkinan satu unit tambahan pada periode berikutnya.

Baca Juga: Jelang DSA 2026 Kuala Lumpur, Rusia Umumkan Kontrak Su-57 ke Negara Rahasia: Indonesia, Malaysia, Vietnam?

Mengapa MRSS Sangat Dibutuhkan Malaysia Saat Ini

Kebutuhan akan kapal logistik amfibi modern muncul karena armada pendukung RMN saat ini sudah menua dan kurang optimal untuk operasi jarak jauh.

Dengan geografi Malaysia yang terpisah oleh Laut China Selatan, kapal seperti MRSS menjadi tulang punggung untuk menghubungkan wilayah barat dan timur negara tersebut.

Kapal ini akan berfungsi sebagai Landing Platform Dock (LPD) canggih yang mendukung pengerahan pasukan cepat dan logistik berkelanjutan.

Halaman:

Tags

Terkini