ZONAJKARTA.com - Defence Services Asia (DSA) 2026 akan digelar mulai 20 hingga 23 April 2026 di Malaysia International Trade and Exhibition Centre (MITEC), Kuala Lumpur.
Salah satu pameran pertahanan terbesar di Asia Tenggara ini diikuti lebih dari 1.400 perusahaan dari berbagai negara, termasuk raksasa industri senjata global.
Dikutip dari situs resmi DSA Exhibition, update per April 2026, daftar exhibitor mencakup paviliun besar dari Rusia, China, Turki, Amerika Serikat, Prancis, Inggris, hingga Indonesia.
Meski menjadi ajang promosi teknologi pertahanan canggih, kehadiran beberapa perusahaan besar sering memicu perdebatan karena riwayat kontroversial mereka.
1. Rosoboronexport dari Rusia dan Beban Sanksi Internasional
Rosoboronexport, agen ekspor senjata resmi Rusia di bawah Rostec, akan memimpin paviliun Rusia dan memamerkan produk termasuk Su-57E.
Perusahaan ini menjadi saluran utama penjualan senjata Rusia ke luar negeri.
Dikutip dari Mayer Brown, "Global Sanctions Update," Maret 2026, Rosoboronexport terus menghadapi sanksi ketat dari Amerika Serikat, Uni Eropa, dan negara Barat lainnya sejak invasi Rusia ke Ukraina karena perannya mendukung kompleks industri militer Rusia.
Kontroversi ini membuat kehadirannya di DSA 2026 menjadi sorotan tersendiri bagi pengamat geopolitik.
2. NORINCO dari China dan Tuduhan Pasokan ke Zona Konflik
China North Industries Corporation (NORINCO) turut serta melalui paviliun China yang besar di DSA 2026.
Perusahaan raksasa ini memproduksi berbagai senjata darat, amunisi, dan kendaraan lapis baja.