ZONAJAKARTA.com - Prancis punya SCALP untuk serangan darat presisi jarak jauh. Punya Exocet untuk menghajar kapal perang.
Tapi satu kemampuan nyatanya lama absen dari inventaris militer mereka adalah menghancurkan sistem pertahanan udara lawan yang aktif, cepat, dan bergerak.
Celah itu yang coba ditutup oleh rudal supersonik terbaru MBDA, STRATUS RS. Dan cara kerjanya cukup sederhana tapi mematikan.
Dua Rudal, Empat Misi
Program STRATUS adalah proyek kerja sama tiga negara mencakup Prancis, Inggris, dan Italia.
Dikerjakan di bawah payung MBDA lewat program yang sebelumnya dikenal sebagai FC/ASW (Future Cruise/Anti-Ship Weapon).
Nama STRATUS sendiri baru resmi diperkenalkan pada pameran pertahanan DSEI 2025 di London, September tahun lalu.
Keluarga rudal ini terdiri dari dua varian yaitu STRATUS LO (Low Observable), rudal subsonik berdesain siluman untuk serangan darat, dan STRATUS RS (Rapid Strike), varian supersonik bertenaga ramjet yang menjadi tanggung jawab Prancis dalam pembagian kerja program ini.
"STRATUS itu dua senjata, tapi empat misi: serangan darat jarak jauh, anti-kapal, penghancuran pertahanan udara musuh, dan penghancuran aset udara bernilai tinggi," kata Eric Béranger, CEO MBDA, sebagaimana dikutip ZONAJAKARTA.com dari Naval News tanggal 27 Maret 2026 dalam artikelnya "STRATUS program to enter development phase imminently – MBDA's CEO".
Keempat misi itu yang selama ini tersebar di beberapa platform berbeda kini dipadatkan dalam satu keluarga rudal.
Kenapa Kecepatan di Bawah Mach 5 Itu Berbahaya
STRATUS RS dirancang beroperasi pada kecepatan supersonik tinggi antara Mach 3 hingga Mach 5.
Pada kecepatan ini, waktu reaksi operator radar musuh menjadi sangat sempit, hampir tidak ada ruang untuk mengambil keputusan tembak atau tidak.