Turki melalui STM juga memamerkan desain MRSS khusus di LIMA 2025.
Meski demikian, proposal berbasis PT PAL melalui LUNAS mendapat perhatian karena sudah ada MoU resmi dan pengalaman desain yang teruji operasional.
Dikutip dari Defence Security Asia, "Three Major Shipbuilders Emerge as Frontrunners in Competition to Supply MRSS to Royal Malaysian Navy", 19 Juli 2025, tiga perusahaan utama yaitu Hyundai Heavy Industries, Fincantieri, dan PT PAL muncul sebagai frontrunner dalam persaingan pengadaan MRSS.
Dampak Lebih Luas bagi Pertahanan Malaysia
Keberhasilan program MRSS akan sangat menentukan kemampuan RMN melakukan operasi ekspedisi dan respons cepat di wilayah yang luas.
Bagi masyarakat umum, ini bukan sekadar pengadaan alutsista, melainkan investasi strategis untuk menjaga kedaulatan maritim.
Proses tender yang transparan diharapkan dapat menghasilkan pilihan terbaik dengan nilai ekonomi dan teknologi yang optimal bagi Malaysia.
Momentum semakin kuat menjelang Defence Services Asia (DSA) 2026 yang akan digelar di Kuala Lumpur pada 20-23 April 2026.
Peluang Kerja Sama Indonesia-Malaysia di Masa Depan
Kolaborasi PT PAL dengan LUNAS bisa menjadi model sukses kerja sama pertahanan antarnegara tetangga.
Ini membuka peluang lebih luas bagi kedua negara untuk saling melengkapi kekuatan maritim di kawasan Indo-Pasifik.
Dengan perencanaan matang dan potensi transfer teknologi, Malaysia berpeluang memiliki armada yang lebih tangguh dan industri pertahanan yang semakin mandiri.
Program MRSS RMN menunjukkan komitmen serius Malaysia dalam memperkuat pertahanan maritim di tengah tantangan regional saat ini. ***