internasional

Jenderal Prancis Akui Kelemahan Militer Puluhan Tahun, Rafale F5 dan STRATUS Jadi Upaya Menebusnya

Sabtu, 18 April 2026 | 04:49 WIB
Jet tempur Dassault Rafale yang kelak akan membawa misil STRATUS dan beroperasi bersama drone siluman berbasis nEUROn, bagian dari perombakan besar doktrin tempur udara Prancis menjelang 2030. (Dassault Aviation)

ZONAJAKARTA.com - Ada pengakuan yang cukup mengejutkan dari Kepala Staf Angkatan Bersenjata Prancis dalam sidang parlemen April 2026.

Kemampuan menekan dan menghancurkan sistem pertahanan udara musuh yang dalam dunia militer dikenal sebagai SEAD sudah lama ditinggalkan Prancis sejak era Perang Dingin berakhir.

Bukan karena tidak penting, tapi karena dianggap tidak mendesak.

Kini, dengan ancaman yang berubah drastis, Prancis bergerak cepat membangun ulang kemampuan itu lewat tiga komponen sekaligus yaitu misil supersonik STRATUS, jet tempur Rafale F5, dan drone tempur siluman berbasis nEUROn.

Ketiganya bukan program terpisah, melainkan satu arsitektur tempur yang dirancang untuk beroperasi bersama.

Pengakuan yang Jujur dari Jenderal Mandon

Dalam sidang parlemen yang membahas pembaruan Military Programming Law (LPM) 2024–2030 pada April 2026, Jenderal Fabien Mandon, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Prancis, menyampaikan sesuatu yang jarang terdengar dari pejabat pertahanan negara maju.

"Prancis meninggalkan kemampuan ini pasca-Perang Dingin, begitu pula dengan peperangan elektronik secara luas, dan proliferasi ancaman pertahanan udara berbasis darat sekarang membuat senjata semacam ini dibutuhkan untuk membuka celah," kata Mandon dikutip ZONAJAKARTA.com dari laman Army Recognition yang dipublikasikan 13 April 2026 dalam artikelnya yang berjudul "France Develops STRATUS Supersonic Missile to Break Enemy Air Defenses with Rafale F5 New-Gen Jets".

Pernyataan itu bukan retorika, LPM yang direvisi menambahkan €36 miliar ke dalam anggaran pertahanan Prancis, dengan SEAD dan kemampuan anti-kapal masuk sebagai prioritas eksplisit untuk standar Rafale F5.

Baca Juga: KKB Serang Freeport, TNI Kerahkan Panser Anoa dan Perkuat Mile 50 Papua

Tiga Komponen Satu Sistem

Rudal STRATUS RS, varian supersonik bertenaga ramjet yang dikembangkan MBDA, dirancang sebagai komponen pertama yang membuka celah di lapisan pertahanan udara musuh.

Begitu radar musuh terpaksa mati atau hancur, barulah Rafale F5, drone, dan senjata lain masuk mengeksploitasi celah tersebut.

Drone tempur yang dimaksud adalah UCAS (Unmanned Combat Aerial System) berbasis pengalaman program nEUROn, pesawat tanpa awak siluman berukuran sekitar Mirage 2000, ditenagai satu mesin Safran M88, dan dirancang beroperasi di depan Rafale di zona paling berbahaya sekalipun.

Halaman:

Tags

Terkini