Menurut CAP 55, pengadaan pesawat MRCA untuk menggantikan Su-30MKM dan F/A-18D Hornet milik RMAF akan dilakukan pada 2035-2040.
Pesawat tempur KF-21 Boramae melakukan penerbangan perdananya pada 19 Juli 2022 dan harus menyelesaikan sekitar 2.000 uji terbang sebelum memulai produksi massal pada 2026.
Sementara itu, uji terbang KF-21 Boramae dengan radar active electronically scanned array (AESA) canggih yang dipasang telah berhasil dilakukan.
Dikutip dari The Korea Times, hak tersebut disampaikan oleh badan pengadaan senjata pada Sabtu (4/3/2023), sebagai tanda kemajuan terbaru dalam pengembangan KF-21 Boramae.
Baca Juga: AC 130J Ghostrider, Pembantai dari Langit Saudara Kandung C-130 Super Hercules Indonesia
Prototipe ketiga lepas landas dari Sayap Pelatihan Terbang ke-3 Angkatan Udara di Sacheon, sekitar 300 kilometer selatan Seoul, pada pukul 10 pagi dan menyelesaikan penerbangan 84 menit, menurut Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA).
Prototipe ini berhasil melakukan penerbangan perdananya pada bulan Januari.
Prototipe KF-21 Boramae pertama dan kedua melakukan penerbangan perdananya masing-masing pada bulan Juli dan November tahun lalu.
Pada bulan Januari, prototipe keempat, yang dengan dua tempat duduk, juga melakukan penerbangan perdananya.
Baca Juga: Buntut Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Polri Sudah Periksa 24 Orang Ini
Proyek KF-21 Boramae bertujuan untuk mengembangkan pesawat tempur supersonik untuk menggantikan armada jat F-4 dan F-5 Korea Selatan yang sudah tua.
Prototipe KF-21 Boramae pertama mencapai kecepatan supersonik untuk pertama kalinya dalam uji terbang bulan lalu. **