ZONAJAKARTA.com - Philippine Navy baru saja memasang Multirole Acoustic Stabilized System (MASS) buatan Sitep Italia di atas kapal BRP Rajah Sulayman (PS-20), Offshore Patrol Vessel (OPV) terbaru mereka.
Sistem non-kinetik ini menandai langkah baru dalam strategi pertahanan Filipina menghadapi ancaman di Laut China Selatan.
Dikutip dari Yahoo News, "Philippine Navy Weapon Disables Enemies With Extremely Loud Disturbing Sound," 17 April 2026, pemasangan ini menjadi yang pertama bagi Philippine Navy dalam mengerahkan senjata sonic di wilayah sengketa.
Sistem ini menggabungkan perangkat Long Range Acoustic Device (LRAD) yang menghasilkan suara sangat keras, cahaya intensitas tinggi, serta laser dazzler untuk mengganggu target.
Jarak efektifnya mencapai ribuan meter untuk peringatan verbal yang jelas, sementara di jarak lebih dekat dapat menyebabkan disorientasi bahkan rasa sakit sementara tanpa melukai permanen.
Dikutip dari Naval News, "New Philippine OPV to Deploy Service's First LRAD System", 25 Februari 2026, dua unit MASS SX-424(V)122 dipasang di monkey deck kapal saat upacara commissioning pada 24 Februari 2026.
Kapal BRP Rajah Sulayman sendiri merupakan unit pertama dari kelas Rajah Sulayman-class yang dibangun oleh Hyundai Heavy Industries Korea Selatan dengan bobot sekitar 2.400-2.450 ton.
Kapal ini dirancang untuk patroli jarak jauh hingga 5.500 nautical miles dengan endurance 30 hari, lengkap dengan helipad untuk helikopter ringan.
Selain MASS, armament utamanya mencakup meriam 76mm Oto Melara Super Rapid, dua unit 30mm Aselsan SMASH RCWS, serta senapan mesin 12.7mm.
Mengapa Non-Kinetik Semakin Penting di Laut China Selatan
Konflik di perairan sengketa sering melibatkan taktik gray zone seperti kapal militia China yang mendekat tanpa konfrontasi langsung.
Senjata non-kinetik seperti MASS memungkinkan de-eskalasi sambil tetap menunjukkan postur pertahanan yang tegas.