Sanksi Barat Tidak Mempan, Rusia Balik Lagi ke DSA 2026 dengan Senjata Terbaru

photo author
- Sabtu, 18 April 2026 | 17:00 WIB
Rusia kembali ke DSA 2026. Kuala Lumpur jadi arena rebutan pasar senjata Asia. (Rosoboronexport)
Rusia kembali ke DSA 2026. Kuala Lumpur jadi arena rebutan pasar senjata Asia. (Rosoboronexport)

ZONAJAKARTA.com - Empat tahun lalu, Rusia nyaris tidak hadir di DSA.

Sanksi Barat membuat Rosoboronexport kesulitan membayar biaya pameran dan stan mereka di Kuala Lumpur kosong.

Kini di DSA 2026, situasinya berbeda. Rusia datang kembali dengan satu paviliun penuh, membawa jet tempur generasi kelima, drone kamikaze, dan agenda pertemuan bilateral yang padat.

Perubahan ini bukan sekadar soal senjata, ini tentang siapa yang tengah bersaing untuk menguasai modernisasi militer Asia Tenggara.

DSA 2026, Pameran Senjata Terbesar Asia

Defence Services Asia (DSA) 2026 dijadwalkan berlangsung 20-23 April di Malaysia International Trade and Exhibition Centre (MITEC), Kuala Lumpur.

Ini adalah edisi ke-19 dari ajang yang kini sudah masuk dalam daftar lima pameran pertahanan terbesar di dunia.

Nadzeem Abdul Rahman, Direktur Eksekutif DSA Exhibition and Conference Sdn Bhd, menyatakan bahwa partisipasi internasional tetap kuat meski dinamika geopolitik sedang berubah.

"Paviliun internasional yang sudah terkonfirmasi mencakup Turki, China, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Italia, Prancis, Korea Selatan, India, Kazakhstan, Indonesia, dan Singapura," kata Nadzeem dikutip ZONAJAKARTA.com dari kantor berita Bernama yang diunggah 17 Maret 2026 dalam laporannya yang berjudul "Geopolitics Yet To Affect 2026 DSA & NatSec, 30 Countries Confirm Participation".

Baca Juga: Taruna AAL Bikin Warga Colombo Berhenti dan Merekam, Ini yang Terjadi di Galle Face Green

Menurut data dari Kallman Worldwide, DSA 2026 diproyeksikan dihadiri lebih dari 50.000 pengunjung dengan lebih dari 1.400 perusahaan exhibitor.

Edisi sebelumnya, DSA 2024, mencatat penandatanganan kontrak dan nota kesepahaman senilai RM9,4 miliar, angka yang menunjukkan betapa seriusnya ajang ini sebagai platform pengadaan nyata, bukan sekadar pameran.

Kembalinya Rusia Bukan Kebetulan

Kehadiran Rosoboronexport di DSA 2026 punya konteks sejarah yang penting.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jasmine Sheilla Putri Shakina

Sumber: Bernama, Modern Diplomacy, Kallman Worldwide, unrcpd.org

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X