Internasional

Gerah CCG 5901 Merambah Wilayah Perairan Negaranya, Malaysia Kirimkan Peringatan Keras untuk China

Jumat, 17 Maret 2023 | 17:02 WIB
Zhaotou class CCG 5901 milik Coast Guard China (militaryleak.com)

ZONAJAKARTA - Malaysia gerah mengetahui kapal coast guard atau kapal penjaga pantai China kembali merambah perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) negaranya.

Bukan sekali dua kali, kapal penjaga pantai China diketahui hampir setiap hari memasuki wilayah perairan negara jiran Indonesia tersebut.

Belum lama ini, Malaysia mengirimkan pesan kepada kapal penjaga pantai China yang memasuki wilayah Patinggi Ali Shoal.

Baca Juga: Profil Mayor Pnb Gigih Pratama, Salah Satu Fighter TNI AU yang Sukses Ukir 3.000 Jam Terbang dengan F-16

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pertahanan Malaysia Datuk Seri Mohamad Hasan.

Berbicara di Parlemen pada Kamis (16/3/2023), Menhan mengatakan bahwa setiap hari aset-aset milih negara mengirimkan pesan kepada kapal-kapal China.

"Setiap hari, pagi, sore, siang, dan malam, kami mengirim pesan kepada mereka. Anda berada di wilayah kami, Anda berada di wilayah kami," katanya dilansir dari Defence Security Asia, Jumat (17/3/2023).

Menhan menyebutkan pesan tersebut akan digunakan sebagai bukti untuk dibawa ke tingkat internasional.

Baca Juga: Yonko 464 Kopasgat Gelar Latihan Menembak Malam Hari: Berguna dalam Mempertajam Insting Tempur Satuan Elite

Kendati demikian, Menhan Malaysia tidak menyebutkan seperti apa reaksi kapal-kapal China tersebut ketika menerima pesan peringatan bahwa mereka berada di wilayah Malaysia dari aset negara tersebut.

Ia mengatakan negara selalu menempatkan asetnya di perairan ZEE milik negara untuk memantau keberadaan kapal China.

Menurut United Nations Convention on the Law of the Sea 1982 (UNCLOS), Beting Patinggi Ali terletak di perairan ZEE negara tersebut dan menjadi milik Malaysia.

Baca Juga: THR tahun 2023 Segera Cair, Ini Kategori PNS Yang Dapat Kenaikan Beserta Golongannya

"Ini adalah area yang perlu kita waspadai karena setiap tindakan yang kita ambil tidak akan mudah menimbulkan kontroversi. Kami ingin diselesaikan dengan baik, tetapi kami menempatkan aset kami," kata Mohamad Hasan.

Halaman:

Tags

Terkini