Pesawat pejuang Russia itu selamat kembali pangkalan udara mereka, didakwa di Crimea,milik Ukraine tetapi kini dijajah oleh Russia.
Bak karma yang dibayar kontan, MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat adalah drone mematikan yang benar-benar mematikan.
Siapa sangka, kalau pesawat tak berawak ini pernah membunuh salah satu Jenderal Iran, Qassem Soleimani.
Operasi untuk membunuh Soleimani ini diyakini diawasi oleh CIA.
Pilot Angkatan Udara AS pun menerbangkan Reaper dari pangkalan Angkatan Udara Creech di Nevada dan beberapa diperbantukan ke CIA di Langley, Virginia.
Baca Juga: Buntut Perang Rusia-Ukraina, Warganya Liburan Ke Bali Dan Bikin Masalah: Gubernur: Cabut Visa Mereka
Dilansir Zonajakarta.com dari Washington Examiner, Presiden Trump adalah orang dibalik ini semua.
Dia memerintahkan serangan terhadap konvoi Soleimani saat melakukan perjalanan di dekat Bandara Internasional Baghdad.
Serangan ini tak hanya menewaskan Soleimani, tetapi juga Abu Mahdi al Muhandis, wakil komandan Pasukan Mobilisasi Populer Irak yang didukung Iran dan pendiri Kataib Hezbollah, sebuah kelompok teroris yang membunuh seorang kontraktor AS dalam serangan roket.
Baca Juga: Buang Mesin Buatan Rusia, China Produksi Mesin Lokal Bernama WS-10 Untuk Pesawat J-20 Mighty Dragon
Sering menyabet gelar 'mematikan', siapa sangka kalau MQ-9 Reaper tetaplah memiliki kekurangan.
Bahkan, MQ-9 Reaper sudah dicanangkan akan pensiun pada 2030 mendatang.
Dilansir Zonajakarta.com dari Airforce Magazine, para ahli berpendapat kalau alasan dipensiunkannya MQ-9 Reaper adalah kurangnya kemampuan bertahan di lingkungan yang diperebutkan.
Baca Juga: Buang Mesin Buatan Rusia, China Produksi Mesin Lokal Bernama WS-10 Untuk Pesawat J-20 Mighty Dragon