ZONAJAKARTA.COM- China rupanya diam-diam mengamati langkah Indonesia membeli alutsista termasuk drone ANKA dari Turki.
Pembelian drone ANKA Turki oleh Indonesia membuat China mengungkap maksud dan tujuan NKRI.
Dikutip Zonajakarta.com dari situs resmi Turkish Aerospace Industries Inc. (TUSAŞ), yang mengumumkan pembelian drone ANKA SIHA oleh Indonesia.
Dalam pembelian drone ANKA SIHA Turki, Indonesia menggelontorkan dana sekitar 300 juta dolar untuk mendapakan selusin pesawat nirawak.
"Indonesia menandatangani kontrak senilai USD 300 juta, untuk 12 ANKA UAV.
Penandatanganan kesepakatan pada 2 Februari 2023 di Kantor Kementerian Pertahanan Indonesia, Jakarta, Indonesia," jelas TUSAS.
Tak cuma pesawat nirawak, Indonesia juga akan mendapatkan transfer teknologi dan dukungan dari Turki dalam pengembangan Elang Hitam.
"Proyek ini juga memasukkan program offset dan ToT untuk Industri dan Universitas Indonesia sebagai penerima manfaat, dilanjutkan dengan konten lokal untuk perakitan akhir dan MRO.
Turkish Aerospace juga berkomitmen mendukung AUV lokal Indonesia, Proyek Elang Hitam," tutup TUSAS.
Tak cuma mendapat unit UAV saja, dalam kontrak pembelian drone ANKA yang masih dalam proses aktivasi ini, Indonesia akan mendapatkan sejumlah hal di dalamnya, termasuk garansi dari Turki.
Baca Juga: Turki Diam-dam Bikin KRI Nagapasa 403 Milik Indonesia Bisa Kecoh Serangan Torpedo Kapal Selam Lawan
Hal ini seperti dikutip Zonajakarta.com dari Siaran Pers Nomor: SP/06/VII/2023/ROHUMAS, yang menyebut Menhan Prabowo Beli 12 Unit UAV ANKA dari Turkiye.
"Kontrak senilai USD 300 juta ini sekarang masih dalam proses aktivasi di kementerian Keuangan dan pengiriman 12 unit UAV ANKA tersebut akan dilaksanakan 32 bulan setelah kontrak berlaku efektif.