ZONAJAKARTA.COM- Perjalanan kapal bantu rumah sakit TNI AL Indonesia KRI dr. Radjiman Wedyodininrat 992 nampaknya tak akan mudah lantaran Laut Merah jadi arena pertempuran kelompok Houthi Yaman.
Menhan mengakui misi kemanusiaan itu bukan operasi yang mudah, karena prajurit TNI AL bakal berlayar melewati perairan yang cukup berbahaya.
“Tugas ini cukup berbahaya karena mereka akan lewat kawasan perang, yaitu sekitar Teluk Aden, Laut Merah, Red Sea, yang sekarang sedang berkecamuk perang terbuka,“ kata Prabowo Subianto di Dermaga Kolinlamil TNI AL, Jakarta, Kamis, (18/1/2024) melepas keberangkatan kapal bantu rumah sakit TNI AL KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat 992 seperti dikutip dari Zonajakarta.com Antara.
Indonesia sebenarnya sudah menyiagakan pasukan Khusus TNI AL di KRI dr. Radjiman Wedyodininrat 992 yang bertugas mengirim bantuan untuk rakyat Gaza Palestina.
KRI Radjiman Wedodiningrat 992 mengangkut 214 kru, dijadwalkan berlayar selama 52 hari dari Jakarta, Batam, menuju El Arish, Mesir, dan kembali ke Tanah Air, tetapi dijadwalkan juga untuk port visit di Jeddah, Arab Saudi.
Dari 214 kru itu, 40 di antaranya merupakan pasukan khusus TNI AL.
Nyaris sebulan berlayar, KRI dr Radjiman Wedyodiningrat 992 rupanya akan segera mencapai Mesir.
Dispenal lewat rilis resmi yang dikeluarkan pada Senin (5/2/2024) menyebut Satgas KRI dr Radjiman Wedyodiningrat 992 dijadwalakn tiba di Mesir pada 14 Februari 2024.
Kedatangan kapal pembawa bantuan untuk Gaza Palestina ini meleset dari rencana sebelumnya yakni 9 Februari.
"Direncanakan Satgas tersebut akan merapat di Dermaga Pelabuhan Al Arish Mesir pada 14 Februari mendatang.
Dimana awalnya KRI dr Radjiman Wedyodiningrat 992 dijadwalkan akan sandar di Al Arish pada 9 Februari 2024.
Namun karena adanya kegiatan pemilu di Mesir, sehingga proses sandar ditunda.