ZONAJAKARTA.COM- Australia negara yang terletak di sebelah selatan Indonesia itu mengaku akan membangun armada angkatan laut terbesar sejak Perang Dunia II.
Rencana tetangga Indonesia untuk membangun armada angkatan laut terbesar Australia ini diduga demi menghadapi ancaman yang akan datang.
Dikutip Zonajakarta.com dari Financial Times edisi 20 Februari 2024, Australia akan membangun armada angkatan laut terbesar sejak perang dunia kedua untuk menghadapi ancaman Tiongkok.
Australia akan melipatgandakan jumlah armada angkatan lautnya dengan tambahan investasi sebesar A$11,1 miliar ($7,2 miliar) untuk beradaptasi dengan pembangunan militer Tiongkok di kawasan Pasifik.
Angkatan Laut Australia akan menambah jumlah kapal perang menjadi 26 kapal perang, termasuk 11 fregat baru dan enam kapal besar baru dengan kemampuan rudal jarak jauh, seiring Canberra memperkuat sikap militernya dalam menanggapi meningkatnya ketegangan regional.
Investasi ini akan memberikan Australia angkatan laut terbesar sejak perang dunia kedua.
Hal ini meredakan ketakutan dalam komunitas pertahanan bahwa pemerintah tidak akan memenuhi janji untuk menyediakan dana tambahan untuk meningkatkan armada setelah peninjauan tahun lalu menganggapnya tidak sesuai dengan tujuannya.
Rencana tersebut bertujuan untuk meluncurkan kapal perang baru dengan lebih cepat sekaligus menjaga komitmen peningkatan kemampuan pembuatan kapal di Australia.
Berdasarkan proposal yang diajukan pada hari Selasa 20 Februari 2024, pemerintah Australia telah memotong rencana untuk mengakuisisi fregat Hunter dari BAE Systems Inggris, yang pada tahun 2018 memenangkan kontrak senilai A$35 miliar untuk membangun sembilan kapal di Osborne, Australia Selatan.
Kontrak tersebut terancam dibatalkan karena penundaan dan potensi kenaikan biaya hingga A$65 miliar.
Badan Pemeriksa Keuangan Australia juga mengkritik proses pengadaan tersebut.
Rencana Hunter yang direvisi berarti angkatan laut Australia sekarang akan menerima enam dari sembilan kapal yang direncanakan semula.