ZONAJAKARTA.com - Indonesia sudah memastikan menangguhkan pembelian Su-35.
Pembelian Su-35 ditangguhkan Indonesia karena adanya ancaman sanksi CAATSA AS.
AS sengaja memblokir sebisa mungkin seluruh penjualan alutsista buatan Rusia termasuk Su-35 ke negara lain.
Indonesia kena getahnya, tak tahu apa-apa soal urusan AS-Rusia, Su-35 yang dipersiapkan sebagai jet tempur pengganti F-5 Tiger II ikutan kukut.
Baca Juga: Indonesia Disinyalir Berencana Lanjutkan Pembelian Su-35 Pada Tahun 2024
Paling menyebalkan Indonesia tak punya rencana cadangan apabila Plan A membeli Su-35 gagal.
Plan B belum disusun untung segera gerak cepat meraih Prancis menyediakan Rafale.
Hadirnya Rafale menjadi penawar jitu atas rasa sakit Su-35.
Rafale lebih bagus ketimbang Su-35 dari segi kecanggihan sensor dan persenjataan.
Salah satu rudal yang bisa digotong Rafale ialah SCALP atau acap disebut Storm Shadow.
SCALP ini bila tentara Rusia di Ukraina mendengar namanya langsung begidik ngeri.
SCALP merupakan rudal jelajah serang permukaan lansiran MBDA Prancis.
Ia terbukti mampu menghantam Kilo class di Sevastopol saat kapal selam tersebut naik ke dok kering untuk perbaikan.
Walhasil Kilo class Rusia rusak parah dan disinyalir tak bisa dioperasikan lagi.