Sudah Dibeli Indonesia Ternyata Rafale F4 Tak Lagi Jadi Prioritas Utama Prancis Ini Alasannya

photo author
Vino Refano, Zona Jakarta
- Sabtu, 18 April 2026 | 04:51 WIB
Jet tempur Rafale yang dikembangkan oleh Prancis telah dioperasikan Indonesia dan India.
Jet tempur Rafale yang dikembangkan oleh Prancis telah dioperasikan Indonesia dan India.

ZONAJAKARTA.com - Prancis telah memilih untuk memprioritaskan pengembangan jet tempur Rafale F5 daripada membeli model F4 tambahan.

Keputusan ini bertujuan untuk melengkapi angkatan udara dan angkatan lautnya dengan kemampuan untuk menyelesaikan semua misi, memperkuat kemitraan internasional, dan meningkatkan daya tarik ekspor Rafale.

Meskipun Prancis awalnya berencana untuk memperluas armada Rafale-nya dengan 30 pesawat, proyek-proyek tersebut telah ditunda karena kendala anggaran.

Fokus sekarang adalah menyelesaikan pengembangan varian F5, yang menjanjikan peningkatan signifikan dibandingkan F4, mengutip laman fr.businessam.be dalam artikel berjudul "La France privilégie le développement de l’avion de combat Rafale F5 plutôt que l’acquisition de nouveaux modèles F4" terbitan 14 April 2026.

Peningkatan F5 akan mencakup mesin yang lebih bertenaga, peningkatan kemampuan bertahan hidup, kemampuan transmisi data yang dioptimalkan, radar RBE2 XG baru, integrasi drone "loyal wingman" , dan kompatibilitas dengan sistem senjata baru.

Peningkatan di pertengahan masa pakai ini sangat penting untuk memastikan modernisasi berkelanjutan dari platform Rafale.

Dassault Aviation memperkirakan bahwa Rafale F5 akan mulai beroperasi dengan Angkatan Udara Prancis pada tahun 2030.

Komitmen Prancis untuk mendanai program F5 memperkuat keyakinan akan tercapainya tenggat waktu itu.

Baca Juga: Rafale Diobral dengan Harga Murah ke Negara Ini Tetapi Ada Alasan di Baliknya

Perkembangan tersebut menawarkan beberapa kemungkinan bagi calon pelanggan Rafale, terutama Ukraina, yang telah menyatakan minat untuk mengakuisisi hingga 100 unit, mengutip laman The War Zone dalam artikel berjudul "Ukraine’s Questionable Plan To Buy Up To 100 Rafale Fighters" terbitan 17 November 2025.

Salah satu opsinya adalah memesan varian F5 secara langsung, bukan F4, sebuah pendekatan pragmatis mengingat antrian pesanan yang sudah ada selama sembilan tahun.

Prancis berencana untuk mengimbangi jumlah Rafale baru yang terbatas dengan meningkatkan penggunaannya dan mempercepat masa pakainya.

Ini berarti bahwa tidak semua pesawat yang ada akan menerima peningkatan F5, karena mungkin tidak hemat biaya.

Prancis telah menjual jet tempur bekas di masa lalu, seperti yang dibuktikan oleh pembelian 12 Rafale F3R bekas oleh Kroasia pada tahun 2021.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Vino Refano

Sumber: The War Zone, fr.businessam.be

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X