Ramai-ramai Menolak Timnas Israel U-20, Ternyata Soekarno Juga Tak Sudi Menerima Penjajah Palestina

photo author
Barri Zilhaq Vindia, Zona Jakarta
- Senin, 27 Maret 2023 | 08:48 WIB
Sejak dulu Indonesia konsisten menolak Israel di event olahraga, bahkan Soekarno sekalipun (Arsip Nasional )
Sejak dulu Indonesia konsisten menolak Israel di event olahraga, bahkan Soekarno sekalipun (Arsip Nasional )

Dan untuk itu, baginya menyuarakan dukungan untuk Palestina harus dilakukan dengan sikap tegas.

“Sangat penting bagi kita untuk tetap menyuarakan dukungan kepada kemerdekaan Palestina”, sambung Gubernur Jawa Tengah itu.

Baca Juga: KRI Terapang 648 Lakukan Formasi Tempur dengan 3 Kapal Perang TNI AL, Miliki Senjata Canggih Buatan China

Di satu sisi, Ganjar tentu tetap mendukung berjalannya Piala Dunia U-20 itu.

Karena baginya, Piala Dunia U-20 tetap bisa digelar di Indonesia meski tanpa Israel.

Dalam mengupayakan ini, Ganjar Pranowo sudah berkoordinasi dengan PSSI maupun pihak terkait lainnya.

“Piala Dunia U-20 tetap bisa berjalan tanpa haus mengorbankan komitmen pendiri bangsa, yaitu untuk kemerdekaan Palestina”, pungkas Ganjar menyudahi.

Yang perlu disadari, ini bukan pertama kalinya Indonesia menolak Israel di event olahraga.

Tahun 1958, Indonesia pernah mengharamkan diri melawan dan bermain di Israel dalam kualifikasi piala dunia.

Dikutip dari The Sydney Morning Herald, tahun 1962, Presiden Soekarno bahkan menolak atlet Israel di Asian Games di Jakarta.

Baca Juga: IFAR 22 Sah Diuji Coba Balitbang Kemhan RI, Senapan Serbu Bullpup Karya Anak Bangsa Penantang PT Pindad

Saat itu, solidaritas untuk Palestina atas instruksi Presiden Soekarno jadi alasannya.

Antara menyebut tahun 2006, Indonesia juga menolak bermain di Israel dalam ajang piala dunia tenis, Piala Fed.

Padahal saat itu Indonesia sudah dapat lampu hijau untuk bertanding di Israel.

Tapi pada akhirnya Indonesia memilih batal tampil dan dapat sanksi 268 juta Rupiah atau didepak dari federasi tenis dunia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Barri Zilhaq Vindia

Sumber: Fadli Zon, The Sydney Morning Herald, ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X