Dan untuk itu, baginya menyuarakan dukungan untuk Palestina harus dilakukan dengan sikap tegas.
“Sangat penting bagi kita untuk tetap menyuarakan dukungan kepada kemerdekaan Palestina”, sambung Gubernur Jawa Tengah itu.
Di satu sisi, Ganjar tentu tetap mendukung berjalannya Piala Dunia U-20 itu.
Karena baginya, Piala Dunia U-20 tetap bisa digelar di Indonesia meski tanpa Israel.
Dalam mengupayakan ini, Ganjar Pranowo sudah berkoordinasi dengan PSSI maupun pihak terkait lainnya.
“Piala Dunia U-20 tetap bisa berjalan tanpa haus mengorbankan komitmen pendiri bangsa, yaitu untuk kemerdekaan Palestina”, pungkas Ganjar menyudahi.
Yang perlu disadari, ini bukan pertama kalinya Indonesia menolak Israel di event olahraga.
Tahun 1958, Indonesia pernah mengharamkan diri melawan dan bermain di Israel dalam kualifikasi piala dunia.
Dikutip dari The Sydney Morning Herald, tahun 1962, Presiden Soekarno bahkan menolak atlet Israel di Asian Games di Jakarta.
Saat itu, solidaritas untuk Palestina atas instruksi Presiden Soekarno jadi alasannya.
Antara menyebut tahun 2006, Indonesia juga menolak bermain di Israel dalam ajang piala dunia tenis, Piala Fed.
Padahal saat itu Indonesia sudah dapat lampu hijau untuk bertanding di Israel.
Tapi pada akhirnya Indonesia memilih batal tampil dan dapat sanksi 268 juta Rupiah atau didepak dari federasi tenis dunia.