nasional

Fregat FREMM Incaran Indonesia Sudah Prancis Buktikan Kemampuannya Cegat Drone Bunuh Diri Houthi di Laut Merah

Minggu, 24 Maret 2024 | 17:19 WIB
Fregat FREMM Incaran Indonesia Sudah Prancis Buktikan Kemampuannya Cegat Drone Bunuh Diri Houthi di Laut Merah

ZONAJAKARTA.com -FREMM merupakan fregat kelas wahid dunia saat ini yang menjadi alutsista utama NATO dan Indonesia bakal memilikinya.

FREMM Indonesia disinyalir akan memakai persenjataan rudal anti serangan udara VLS Mica.

Fincantieri akan membeli dua frigat Maestrale dari pemerintah Italia dan mengupgrade FREMM dengan peralatan terbaru sebelum diserahkan ke TNI AL Indonesia.

Hubungan baik Indonesia dengan Italia rupanya membuahkan hasil bagi Fincantieri.

Bagaimana tidak, Indonesia rupanya rela meninggalkan 16 kontrak pengadaan alutsista demi fregat FREMM yang akan dibeli.

Pada tahun 2023 pemerintah Indonesia telah menyetujui 16 program pengadaan pertahanan untuk didanai dengan pinjaman yang bersumber dari pemberi pinjaman asing. 

Baca Juga: China Sudah Lama Waspadai Fregat Merah Putih dan FREMM Indonesia: Kemampuan Tempurnya Kuat!

Hal ini termasuk persetujuan untuk mengambil pinjaman luar negeri hingga USD800 juta untuk pengadaan badan pesawat AEW&C dalam jumlah yang tidak diketahui.

15 program lainnya, yang persetujuannya untuk mengambil pinjaman luar negeri telah diberikan, termasuk rencana pengadaan rudal anti-udara VL MICA senilai USD144 juta, yang kemungkinan akan digunakan untuk fregat kelas Martadinata, dan inisiatif senilai USD48 juta untuk memperoleh senjata self-propelled air- sistem artileri pertahanan.

Proses pengadaan formal untuk seluruh 16 program belum dimulai, dan nilai total proyek-proyek ini diperkirakan berjumlah sekitar USD25 miliar.

Dikutip Zonajakarta.com dari Janes edisi 26 Februari 2024, Kementerian Pertahanan Indonesia disebut telah mengajukan proposal kepada Kementerian Keuangan, meminta untuk membatalkan persetujuan pinjaman luar negeri yang dialokasikan untuk pesawat peringatan dini dan pengendalian udara (AEW&C) dan 15 program pengadaan kecil lainnya.

Sebaliknya, Kementerian Pertahanan ingin alokasi ini dialihkan ke upaya yang telah lama tertunda untuk melengkapi TNI Angkatan Laut dengan fregat Frégate Européenne Multi-Mission (FREMM), menurut surat tertanggal 9 Desember 2023 antara kedua kementerian. 

Baca Juga: Australia Jangan Jumawa, Indonesia Sudah Muluskan Jalan FREMM Pesaing Fregat Hunter Pemukul Armada Angkatan Laut Terbesarnya Sejak PD II

Salinan surat ini diberikan kepada Janes di Singapore Airshow 2024 oleh sumber pemerintah.

Halaman:

Tags

Terkini