Tak sia-sia Indonesia merelakan kontrak 16 alutsista demi memuluskan pembelian Fregat FREMM.
Keunggulan FREMM ternyata telah Prancis buktikan di Laut Merah.
Prancis adalah salah satu operator Fregat FREMM yang dibuat bersama Italia.
Fregat FREMM Angkatan Laut Prancis (Marine Nationale) berhasil mencegat tiga rudal balistik di Laut Merah, menurut operasi militer pimpinan UE EUNAVFOR ASPIDES.
EUNAVFOR ASPIDES adalah operasi militer UE di Laut Merah, Samudera Hindia, dan Teluk.
Operasi tersebut diluncurkan sebulan lalu tepatnya sejak Februari dan tujuannya adalah memulihkan dan menjaga kebebasan navigasi di Laut Merah dan Teluk.
EUNAVFOR ASPIDES mengumumkan lewat platfom X:
“Pada tanggal 21 Maret, sebuah kapal Prancis EUNAVFOR ASPIDES sambil memberikan perlindungan dekat terhadap kapal dagang di Laut Merah Selatan, mencegat dan menghancurkan 3 rudal balistik yang merupakan ancaman langsung terhadap FoN".
Sementara Kementerian angkatan bersenjata Perancis mengeluarkan siaran pers berikut:
"Pada pagi hari tanggal 21 Maret 2024, sebagai bagian dari operasi ASPIDES Eropa, sebuah fregat Prancis yang beroperasi di selatan Laut Merah mendeteksi tiga rudal balistik yang datang dari Yaman dan menargetkan posisinya serta kapal kontainer yang ditemaninya.
Fregat tersebut, bereaksi untuk membela diri, menyerang dan menghancurkan rudal.
Bersama sekutunya, tentara Prancis berkontribusi terhadap keamanan maritim dan berpartisipasi dalam pertahanan kebebasan navigasi, khususnya dari Terusan Suez hingga Selat Hormuz, yang merupakan tujuan operasi EUNAVFOR ASPIDES yang diluncurkan oleh Uni Eropa. pada 19 Februari.
Dikutip Zonajakarta.com dari Naval News edisi 21 Maret 2024, media berbahasa Inggris tersebut meyakini helikopter yang terlibat dalam intersepsi langka ini adalah AS565 Panther yang terbang dari fregat FREMM Pertahanan Udara Alsace (D656).