Meski demikian, jadi atau tidaknya Indonesia menambah persediaan Rafale tetap memiliki dampak positif yang sangat membantu perkembangan TNI AU.
Enam unit yang sudah mendarat di tanah air saja sudah memberikan angin segar bahwa kemampuan multirole TNI AU ke depannya akan meningkat secara signifikan.
Dan kemampuan tersebutlah yang bisa menjadikan keseimbangan kekuatan udara di kawasan Indo-Pasifik kembali terbentuk.
Terlebih, Rafale sendiri sengaja diprioritaskan untuk beroperasi di sekitar Selat Malaka seiring dengan pemilihan Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau sebagai "rumah".
Selain itu, kepercayaan Indonesia terhadap Rafale terlepas dari jadi tidaknya mengeksekusi LoI penambahan jumlah armada diharapkan bisa semakin mempererat hubungan diplomatik dengan Prancis khususnya di sektor pertahanan.***