ZONAJAKARTA.com - Tahun 1995 hingga 2005 menjadi kelabu bagi armada F-16 Indonesia.
Embargo dijatuhkan AS ke membuat F-16 Indonesia lumpuh seketika.
Padahal 16 unit F-16 saat itu jadi tumpuan Indonesia menjaga langitnya.
Walhasil kanibalisasi suku cadang terpaksa dilakukan, membuat hanya empat saja F-16 Indonesia yang sanggup terbang.
Sisanya bisa dibilang grounded.
Untuk mengembalikan 10 unit F-16 yang grounded itu perlu waktu bertahun-tahun.
Usai embargo dicabut pada 2005, F-16 Indonesia tak serta merta langsung optimal sepenuhnya.
Indonesia tahu jika hanya konsentrasi pada pemulihan 10 unit F-16 cuma membuang waktu tanpa peningkatan kapasitas pertahanan udara.
Oleh sebab itu Indonesia meminta tambahan F-16 sebanyak 24 unit kepada AS.
"Pada tanggal 16 November 2011, Defense Security Cooperation Agency memberi tahu Kongres tentang kemungkinan Penjualan Militer Asing kepada Pemerintah Indonesia untuk regenerasi dan peningkatan 24 pesawat F-16C/D Blok 25 dan peralatan terkait, suku cadang, pelatihan, dan dukungan logistik untuk perkiraan biaya $ 750 juta," jelas Global Security.
Indonesia sengaja meminta hal ini lantaran armada F-16 nya benar-benar tak optimal.
Syaratnya 24 F-16 hibah itu harus diupgrade, Indonesia meminta peningkatan di Hill Air Force Base, bukan di tempat lain.
"Indonesia meminta regenerasi hanya bersumber dari 309th Maintenance Wing, Hill Air Force Base, di Ogden, Utah, dan Pratt Whitney, di East Hartford, Connecticut untuk perombakan mesin," jelasnya.