nasional

Pembelian Rafale Oleh Indonesia Timbulkan Bahaya Bagi Kelangsungan Hidup F-35

Minggu, 23 April 2023 | 20:55 WIB
Rafale pesanan Indonesia bisa susahkan pasaran F-35

FCAS akan menghentikan langkah penjualan F-35 di Eropa dimana presiden Prancis Emmanuel Macron amat tak suka dengan Lightning II.

Apalagi CEO Dassault Aviation Eric Trappier melihat F-35 batu ganjalan bagi keberlangsungan FCAS.

"F-35 selalu dilihat oleh Macron sebagai masalah bagi Eropa… karena pada akhirnya itu adalah produk AS.

Mereka (F-35) tahu wilayah mereka, dan sebagian besar wilayah mereka bukanlah Eropa," jelas Richard Aboulafia, direktur pelaksana perusahaan konsultan AeroDynamic Advisory dikutip dari Defense News pada 4 September 2022.

Baca Juga: Mesin Su-35 Lebih Tangguh Dibanding Rafale Indonesia

Namun AS tak menyerah begitu saja.

Adanya invasi Rusia ke Ukraina menjadi celah pasar bagi F-35 dimana negara Eropa berbondong-bondong mendapatkannya.

Finlandia misalnya, ia masuk NATO supaya mendapat beragam alutsista berteknologi tinggi termasuk F-35.

Sebab cuma F-35 saat ini yang dianggap mantra tepat menangkal sikap agresif Rusia.

"Aliran peningkatan produk yang stabil memastikan pesawat akan tetap relevan untuk beberapa dekade mendatang.

Kemunculan kembali Rusia sebagai musuh di Eropa setelah invasi ke Ukraina juga telah mendorong sekutu untuk memprioritaskan teknologi siluman, terutama untuk Jerman dan Finlandia," jelas Aboulafia.

Untuk mempercepat program FCAS maka dibutuhkan modal besar.

Juga teknologi dari jet tempur sebelumnya buatan Dassault yang tak lain ialah Rafale.

Jika Rafale semakin terjual banyak maka modal serta pengembangan teknologinya lebih cepat.

Hal ini memungkinkan FCAS cepat jadi hingga ke fase prototipe.

Halaman:

Tags

Terkini