Hal yang sudah dikonfirmasi adalah terkait amunisi yang akan melengkapi drone tempur tersebut.
Dijelaskan Janes, pinjaman luar negeri ini adalah untuk pengadaan rudal pintar ringan MAM-L Roketsan.
Lalu kabar terbaru menjelaskan bahwa Indonesia tidak hanya akan memiliki Bayraktar TB2.
Dijelaskan Defence Security Asia, Indonesia juga berniat memiliki drone Anka.
Kedua drone ini sama-sama datang dari Turki walaupun dari pabrik berbeda.
Kabar ini juga dibenarkan Kepala Badan Perencanaan Pertahanan (Kabaranahan) Kemenhan, Marsda Yusuf Jauhari.
“...Kesepakatan pembelian dua jenis drone, masih menunggu mekanisme pembiayaan dari Kemenkeu”, kata Yusuf.
Baca Juga: Dipertanyakan Janjinya oleh Merry Riana Soal Maju Capres, Anies: Saya Punya Komitmen di Jakarta
Dan tidak hanya membeli, Kemenhan juga ingin mendapatkan transfer teknologi atas dua drone tersebut.
Maka dari itu, ke depannya Indonesia bisa memproduksi sendiri drone Bayraktar TB2 maupun Anka.
***