Tapi karena buruknya koordinasi akan tata kelola, rumah di sekitar depo itu semakin ramai.
Bagi Toto, ini lah salah satu faktor yang menyebabkan korban lebih banyak dari sisi warga.
“Korban jiwa mungkin sebagian besar dari masyarakat yang rumahnya berhimpitan dengan Depe Pertamina Plumpang tersebut”.
“Secara aspek, keselamatan jelas di situasi ini sangat rawan”, sambungnya.
Menariknya, ternyata permasalahan rumah warga di sekitar depo itu sudah pernah disinggung Ahok.
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pernah membahas ini pada tahun 2016 silam.
Yaitu pada saat Pilkada DKI Jakarta antara paslon Ahok dengan Anies Baswedan.
Ahok menjelaskan bahwa tanah di sekitar depo itu merupakan aset milik PT Pertamina.
Dan memang seharusnya tidak boleh ada yang menempati lokasi itu.
Dan sebagaimana diberitakan Lombok Insider, Ahok berpesan kepada Gubernur DKI Jakarta yang menjabat terkait masala ini.
Ahok berpesan untuk segera mengosongkan daerah di sekitar Depo Pertamina Plumpang.
“Jangan ditinggali oleh warga”, ungkap Ahok.