Spesifikasi Su-57 Juga Jadi Daya Tarik
Yang membuat Rusia yakin bisa menjual 100 unit Su-57 buatannya ke India tak bisa dipisahkan dari faktor spesifikasi jet tempur generasi kelima ini.
Melansir laman Army Recognition, integrasi teknologi siluman canggih, kemampuan manuver super, dan kecepatan supersonik berkelanjutan dianggap merefleksikan apa yang selama ini New Delhi butuhkan.
Pada tahap awal, pesawat ini ditenagai oleh dua unit mesin turbofan AL-41F1 yang memiliki daya dorong 88,3 kN (kering) dan 142,2 kN (dengan afterburner).
Mesin tersebut menjadikan armada buatan Sukhoi itu mampu melaju dengan kecepatan maksimum Mach 2 dan mencapai jangkauan operasional hingga 3.500 km.
Radius tempurnya diketahui mampu mencapai angka 1.250 km.
Namun untuk meningkatkan performa dan penjualan secara jangka panjang, Su-57 bakal ditenagai dengan mesin AL-51F1 (Izdeliye 30) yang jauh lebih powerful dengan daya dorong 108-110 kN (kering) dan 167-176 kN (dengan afterburner).
Baca Juga: India Harus Pilih Su-57E atau Rafale, Jawaban dari Keputusan Itu Bisa Ubah Peta Udara Asia
Su-57 juga turut ditopang oleh berbagai persenjataan yang menopang performanya saat bertempur.
Untuk pertempuran udara ke udara, jet tempur ini dapat mengerahkan rudal R-77M disertai pemandu radar aktif ketika melakukan battle jarak jauh.
Sementara ketika menghadapi pertempuran udara jarak dekat, pesawat hanya perlu menggunakan R-74M2 yang dipandu dengan inframerah.
Adapun untuk pertempuran udara ke permukaan, Kh-59MK2 bisa menjadi rudal yang paling diandalkan.
Selain itu, Su-57 juga dapat membawa bom berpemandu KAB-250 dan KAB-500 untuk meningkatkan daya gedor terhadap musuh.
Meriam internal GSh-30-1 dengan tingkat kalibrasi 30 mm juga sangat cocok jika membutuhkan senjata ringan dalam pertempuran jarak dekat.
Secara keseluruhan, desain Su-57 memungkinkan untuk membawa total muatan persenjataan hingga 10 ton.