internasional

Lockheed Martin Beri Bocoran Potensi Penjualan F-35 ke India, Semua Bergantung Sinyal dari AS

Jumat, 17 April 2026 | 06:09 WIB
Lockheed Martin belum bisa buka suara terkait potensi penjualan F-35 ke India.

Dari sisi India, sinyal ketertarikan terhadap F-35 Lightning II juga belum terlihat kuat.

Dikutip dari Defence Security Asia edisi Jumat, 10 April 2026 berjudul "Lockheed Martin Shuts Door on Direct India F-35 Talks as Washington Tightens Control Over Fifth-Generation Fighter Exports."

Pada akhir 2025, pemerintah India secara resmi menyatakan bahwa tidak ada pembicaraan dengan Amerika Serikat terkait pembelian jet tempur tersebut.

Pernyataan ini disampaikan langsung dalam forum parlemen, menegaskan bahwa F-35 belum masuk dalam rencana pengadaan militer India.

Sebaliknya, India saat ini lebih fokus mengembangkan jet tempur generasi kelima buatan dalam negeri melalui proyek Advanced Medium Combat Aircraft (AMCA).

Meski belum ada pembicaraan resmi, F-35 Lightning II tetap menjadi salah satu jet tempur paling diminati di dunia.

Baca Juga: Indonesia Diuntungkan, Inggris Danai Penuh Sistem Penyelamat Kapal Selam Super Canggih untuk TNI AL

Pesawat ini dikenal memiliki kemampuan stealth canggih, sensor modern, serta kemampuan perang jaringan (network-centric warfare) yang menjadikannya unggul dalam berbagai misi tempur.

Kehadiran F-35 dalam pameran pertahanan seperti Aero India 2025 juga menunjukkan bahwa Amerika Serikat tetap membuka peluang kerja sama di masa depan, meskipun belum ada langkah konkret.

Faktor Politik Jadi Penentu Utama
Keputusan pembelian F-35 Lightning II oleh India tidak hanya bergantung pada kebutuhan militer, tetapi juga faktor geopolitik.

India dikenal memiliki kebijakan pertahanan yang cenderung mandiri dan tidak ingin terlalu bergantung pada satu negara pemasok.

Hal ini terlihat dari strategi diversifikasi alutsista yang melibatkan berbagai negara, termasuk Rusia, Prancis, hingga produksi dalam negeri.

Jika India suatu saat mempertimbangkan F-35, keputusan tersebut kemungkinan besar akan didasarkan pada pertimbangan jangka panjang, termasuk hubungan strategis dengan Amerika Serikat.

Baca Juga: Media Asing Sebut Indonesia Beruntung, Prototype KF-21 Boramae yang Bakal Diterima RI Rupanya Pegang Peran Penting

Meski terkesan menutup diri, Lockheed Martin sebenarnya tidak sepenuhnya menutup peluang.

Halaman:

Tags

Terkini