internasional

Filipina Pasang Senjata Sonic di BRP Rajah Sulayman, Lumpuhkan Musuh tanpa Peluru, Brawijaya-class tak lagi Sendiri

Sabtu, 18 April 2026 | 11:31 WIB
Philippine Navy pasang senjata sonic non-kinetik MASS Sitep Italia di BRP Rajah Sulayman. TNI AL Indonesia miliki sistem serupa di KRI Brawijaya. (Philippine Navy/Sitep Italy)

ZONAJAKARTA.com - Philippine Navy baru saja memasang Multirole Acoustic Stabilized System (MASS) buatan Sitep Italia di atas kapal BRP Rajah Sulayman (PS-20), Offshore Patrol Vessel (OPV) terbaru mereka.

Sistem non-kinetik ini menandai langkah baru dalam strategi pertahanan Filipina menghadapi ancaman di Laut China Selatan.

Dikutip dari Yahoo News, "Philippine Navy Weapon Disables Enemies With Extremely Loud Disturbing Sound," 17 April 2026, pemasangan ini menjadi yang pertama bagi Philippine Navy dalam mengerahkan senjata sonic di wilayah sengketa.

Baca Juga: TERUNGKAP! Filipina jadi Prioritas Utama Ekspor Fregat dan Rudal Jepang, Indonesia harus Sabar Tunggu Giliran

Sistem ini menggabungkan perangkat Long Range Acoustic Device (LRAD) yang menghasilkan suara sangat keras, cahaya intensitas tinggi, serta laser dazzler untuk mengganggu target.

Jarak efektifnya mencapai ribuan meter untuk peringatan verbal yang jelas, sementara di jarak lebih dekat dapat menyebabkan disorientasi bahkan rasa sakit sementara tanpa melukai permanen.

Dikutip dari Naval News, "New Philippine OPV to Deploy Service's First LRAD System", 25 Februari 2026, dua unit MASS SX-424(V)122 dipasang di monkey deck kapal saat upacara commissioning pada 24 Februari 2026.

Kapal BRP Rajah Sulayman sendiri merupakan unit pertama dari kelas Rajah Sulayman-class yang dibangun oleh Hyundai Heavy Industries Korea Selatan dengan bobot sekitar 2.400-2.450 ton.

Kapal ini dirancang untuk patroli jarak jauh hingga 5.500 nautical miles dengan endurance 30 hari, lengkap dengan helipad untuk helikopter ringan.

Baca Juga: Filipina Buka Tender Senapan Multiguna, Carl Gustaf M4 Favorit, Indonesia Disebut-sebut Incar Senjata yang Sama!

Selain MASS, armament utamanya mencakup meriam 76mm Oto Melara Super Rapid, dua unit 30mm Aselsan SMASH RCWS, serta senapan mesin 12.7mm.

Mengapa Non-Kinetik Semakin Penting di Laut China Selatan

Konflik di perairan sengketa sering melibatkan taktik gray zone seperti kapal militia China yang mendekat tanpa konfrontasi langsung.

Senjata non-kinetik seperti MASS memungkinkan de-eskalasi sambil tetap menunjukkan postur pertahanan yang tegas.

Halaman:

Tags

Terkini