internasional

RESMI AS Filipina Bangun Zona Industri setara 1600 Lapangan Sepak Bola di Luzon demi Amankan Rantai Pasok Sekutu

Sabtu, 18 April 2026 | 13:11 WIB
AS dan Filipina bangun Economic Security Zone 4.000 acre di Luzon – First AI-Native Hub di bawah Pax Silica. Perkuat rantai pasok sekutu. (PIXABAY/Filipinos Worldwide)

ZONAJAKARTA.com - Amerika Serikat (AS) dan Filipina secara resmi mengumumkan rencana pembangunan Economic Security Zone seluas 4.000 acre (sekitar 1.619 hektar) di Luzon Economic Corridor (koridor ekonomi Luzon), Filipina.

Zona ini disebut sebagai "First AI-Native Industrial Acceleration Hub" (pusat percepatan industri pertama yang "AI-native") di bawah kerangka Pax Silica.

Pengumuman ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat rantai pasok teknologi yang aman dan tangguh di antara sekutu-sekutu.

Baca Juga: Filipina Pasang Senjata Sonic di BRP Rajah Sulayman, Lumpuhkan Musuh tanpa Peluru, Brawijaya-class tak lagi Sendiri

Dikutip dari situs resmi United States Department of State, "The United States and The Philippines Launch Plans for 4,000-Acre Economic Security Zone to Shore Up Supply Chains: First AI-Native Industrial Acceleration Hub Under Pax Silica", 16 April 2026, proyek ini dirancang untuk meningkatkan produksi input penting bagi rantai pasok Amerika dan sekutupa.

Untuk diketahui Zona Economic Security Zone seluas 4.000 acre yang diumumkan Amerika Serikat dan Filipina setara dengan sekitar 1.619 hektar.

Luas tersebut kurang lebih sama dengan 1.600 lapangan sepak bola standar FIFA, karena satu lapangan sepak bola internasional biasanya memiliki luas sekitar kurang sedikit dari 1 hektar.

Dengan skala sebesar ini, proyek ini menjadi salah satu kawasan industri paling ambisius di Asia Tenggara saat ini, memberikan gambaran betapa masifnya upaya kedua negara untuk memperkuat rantai pasok teknologi dan kecerdasan buatan di kawasan Indo-Pasifik.

Mengapa Proyek Raksasa Ini Muncul Saat Ini?

Baca Juga: Setelah Filipina dan Australia Kini Indonesia Masuk Jaringan Pertahanan AS, Apa Posisi Jakarta di Peta Baru Indo-Pasifik?

Keputusan ini muncul di tengah ketegangan geopolitik yang semakin kompleks di kawasan Indo-Pasifik. Filipina menjadi negara ke-13 yang bergabung dengan inisiatif Pax Silica, sebuah kerangka kerja yang dipimpin AS untuk membangun rantai pasok teknologi yang resilient.

Dikutip dari Reuters, "Philippines, US to build industrial hub to strengthen supply chain security", 17 April 2026, Filipina kini menjadi bagian dari koalisi yang mencakup Australia, Finlandia, India, Qatar, Korea Selatan, dan Singapura, antara lain.

Zona seluas ribuan acre ini bukan sekadar kawasan industri biasa.

Ia dirancang sebagai platform manufaktur sekutu yang fleksibel, di mana aktivitas industri disesuaikan dengan permintaan pasar, keunggulan komparatif Filipina, serta kebutuhan jaringan Pax Silica secara keseluruhan.

Halaman:

Tags

Terkini