Mengutip dari laman Defence Security Asia, pada pameran DSA 2022 yang lalu, perusahaan Kongsberg Defense and Aerospace dari Norwegia tampil menawarkan sistem MERAD yang dikembangkan oleh mereka.
Tidak hanya Norwegia, perusahaan asal Korea Selatan, LIG Nexl juga menawarkan sistem MERAD yang mereka kembangkan sendiri bernama KM-SAM.
Fitur menarik dari sistem pertahanan udara jarak menengah KM-SAM adalah bahwa ini adalah satu-satunya sistem MERAD yang memiliki sentuhan DNA teknologi baik dari Blok Barat maupun Rusia.
Sistem KM-SAM yang juga dikenali dengan nama Koreanya, “Cheongung” merupakan sistem pertahanan udara jarak sederhana Korea Selatan yang dibangunkan oleh Agency for Defense for Defense Development (ADD) dengan bantuan teknikal daripada firma Russia, Almaz-Antey yang terkenal dengan pembangunan sistem pertahanan udara S-300,S-400 dan terkini, S-500.
Tentara Korea Selatan menggunakan sistem KM-SAM (Cheongung Block-1) ini untuk menggantikan sistem pertahanan udara MIM-23 HAWK.
Sistem pertahanan udara jarak menengah KM-SAM dapat mengebom target udara setinggi 15 km (49.000 kaki) pada jarak 40 km.
Juga belum lama ini, perusahaan LIG Nex1 telah berhasil menempa kesuksesan besar ketika Uni Emirat Arab (UEA) telah menandatangani kontrak senilai US$3,5 miliar untuk mengakuisisi sistem KM-SAM ini.
Meski Malaysia membutuhkan system tersebut, saat ini Korea Selatan bukanlah calon tunggal.
LIG Nexl masih harus bersaing dengan perusahaan asal Norwegia.
Sejauh ini masih belum diketahui apakah Malaysia akan memilih salah satu dari dua perusahaan tersebut, atau mungkin saja Malaysia saat ini sudah memiliki kandidat sendiri.***