ZONAJAKARTA.com - Tetangga Negara Indonesia sudah berencana untuk melengkapi angkatan bersenjatanya dengan sistem pertahanan udara dengan tingkat yang lebih dekat dan sangat dekat.
Royal Malaysian Navy (RMN) dan Royal Malaysian Air Force (RMAF) memiliki rencana memasok sistem pertahanan udara.
Itu semua termasuk sistem pertahanan udara jarak menengah atau “Medium Range Air Defense System” (MERAD). yang lebih mampu dan jangkauan operasi misil yang lebih jauh.
Baca Juga: C-130 Special Operation, Hercules Versi Paling Canggih, Apakah Indonesia Tertarik Beli?
Akuisisi sistem VSHORAD, SHORAD dan MERAD ini akan membantu upaya Malaysia dalam menciptakan sistem pertahanan udara berlapis.
Pertahanan tersebut guna untuk melindungi aset strategis dan taktis negara dari segala ancaman udara dari musuh.
Akuisisi sistem MERAD untuk ATM merupakan langkah yang tepat dan sudah lama tertunda.
Hal tersebut karena sejalan dengan perkembangan di kawasan di mana angkatan bersenjata beberapa negara tetangga sudah dilengkapi dengan sistem pertahanan udara jarak menengah.
Baca Juga: C-130 Super Hercules, Pesawat Angkut Taktis Pendukung Mobilitas Militer Indonesia
Seperti halnya Singapura yang memiliki sistem MERAD “Spyder” buatan Israel dan ASTER 30 dari MBDA dan lain-lain.
Sama halnya seperti Singapura, Filipina juga dengan “Spyder”.
Tidak kalah dengan yang lain, Indonesia dengan sistem NASAM yang dikembangkan oleh perusahaan pertahanan Norwegia Kongsberg.
Mengingat hal tersebut, beberapa negara tampak merebut perhatian Malaysia agar dapat mengakuisisi sistem MERAD yang mereka produksi.