Dan lebih memukaunya lagi adalah daya jangkau Su-35 yang mampu mencapai 3.600 km dalam sekali terbang.
Itu artinya Su-35 mampu terbang sampai wilayah udara Selatan Taiwan atau wilayah udara Selatan India atau wilayah udara Selatan Australia jika terbang dari Lanud Halim Perdanakusuma.
Walaupun begitu tetap saja jika Su-35 mampu menambah daya terbangnya dengan melakukan pengisian bahan bakar di udara.
Perlu diketahui bahwa Su-35 dapat menampung beban bahan bakar hingga 11.5 ton dan mampu membawa senjata hingga 8 ton.
Itu artinya Su-35 dapat membawa 10-12 rudal berbagai jenis di bawah badan dan sayap kiri serta kanan.
Berbeda dari jet tempur barat lainnya, di Su-35 jarang memakai tangki bahan bakar tambahan di sayapnya.
Pasalnya di Su-35 sendiri sudah memiliki daya jangkau yang sangat tinggi dalam sekali penerbangannya.
Su-35 sendiri didesain dari Su-27 Flanker, akan tetapi untuk avionik serta teknologi lebih canggih dari versi sebelumnya.
Itu dibuktikan pada Su-35 terdapat radar Irbis-E serta benjolan pada dapat kokpit yang bernama OLS-35.
Dengan duet radar dan OLS-35 tersebut maka Su-35 bisa menjalankan banyak misi penyerangan.
Seperti misi penyerangan udara ke darat, udara ke udara, serta udara ke permukaan bisa dilakukan Su-35.
Akan tetapi Su-35 lebih handal dalam misi superioritas udara.
Oleh karenanya pihak Rosoboronexport Rusia mengecap jika Su-35 sebagai Multirole Supermaneuverable Fighter.
Dan itu benar bahwa peran Su-35 dapat menjalankan misi pencegatan udara serta pertempuran udara jarak jauh.