“Korea Utara memanfaatkan putrinya itu untuk mengubah kerangka cara negara menangani propaganda terkait kemampuan pertahanan”, ungkap Hong.
Baca Juga: Perang Semakin Memanas, Rusia Akan Kerahkan 300.000 Pasukan Ke Ukraina
Korea Utara ingin menunjukkan kepada rakyatnya bahwa negara akan lebih baik dan aman untuk generasi muda.
“...kemungkinan bermaksud agar warganya meskipun kelaparan atau menderita sanksi, bisa merasa aman dengan kekuatan militer”.
“Dan jauh lebih penting untuk anak-anak mereka”, tambah Hong.
Propaganda selanjutnya adalah bahwa Kim Jong Un ingin menunjukkan bahwa dirinya sebagai family man.
Karena melihat sejarahnya, warga Korea Utara memperlakukan pemimpinnya sebagai sesosok dewa.
Pernyataan ini dibuktikan adanya foto Ju Ae membelai wajah Ayahnya.
Menggarisbawahi, adegan seperti itu belum pernah terjadi sebelumnya di media pemerintah.
Baca Juga: Setelah Puas Dengan Shahed 136, Rusia Kerahkan Drone Kamikaze Lautnya
Kim juga terlihat berjalan sambil bergandengan tangan dengan anaknya.
Hal ini dibenarkan oleh beberapa orang, salah satunya Park Sung-ae.
Park Sung-ae menyebutkan bahwa media pemerintah memang menampilkan Kim Jong Un sebagai “Ayah yang begitu penyayang”.
***