Zonajakarta.com- TNI AL Indonesia diam-diam mengejutkan dunia terutama media asing saat Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) mengumumkan perihal pembentukan skadron Unmanned Aerial Vehicle (UAV) yang melegenda.
Bagaimana tidak, lewat KASAL Laksamana Muhammad Ali, TNI AL menyampaikan tekat kuat Angkatan Laut Indonesia untuk memiliki skadron UAV yang merupakan pesawat nirawak canggih.
Pengumuman rencana TNI AL Indonesia dalam membentuk skadron UAV disampaikan langsung oleh KASAL Muhammad Ali di Mabesal Cilangkap, Jakarta.
Hal ini seperti dikutip Zonajakarta.com dari akun Instagram @tni_angkatan_laut yang mengunggah sebuah postingan pada 26 Oktober 2023 lalu.
"'Saat ini TNI AL telah memiliki beberapa Unmanned Aerial Vehicle (UAV) baik buatan luar negeri maupun buatan sendiri, kedepan tentu saja kita akan mengembangkan skuadron UAV dan semua yang terkait dengan peralatan nirawak'.
Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali, sesaat setelah memimpin pelaksanaan serah terima tiga jabatan strategis di TNI AL, Kamis (26/10), di Mabesal Cilangkap, Jakarta.
Lebih lanjut menurut Kasal, dengan kemajuan peperangan saat ini, kita dapat melihat bagaimana drone sangat efektif untuk digunakan dalam peperangan saat ini, dan Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) harus menguasai tantangan tersebut.
Laksamana TNI Muhammad Ali juga menekankan dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) pengawak TNI AL yang kompeten dan berkualitas dikaitkan dengan kemajuan teknologi, maka dalam pendidikan TNI AL akan ditingkatkan bukan saja teori tapi penguasaan teknologi informasi dan teknologi kesenjataan," jelas akun Instagram @tni_angkatan_laut.
Pengumuman KASAL ini rupanya menyita perhatian media asing yang ikut penasaran UAV apa yang akan digunakan dalam skadron tersebut.
Hal ini seperti dikutip Zonajakarta.com dari artikel The Defense Post edisi 30 Oktober 2023 yang berjudul "Indonesia Incar Skuadron Drone Buatan Dalam Negeri".
"Militer Indonesia telah mengumumkan niatnya untuk membangun skuadron drone buatan dalam negeri untuk meningkatkan kemampuan pengawasan dan pertahanan udaranya," jelas media berbahasa Inggris tersebut.
The Defence Post kemudian membongkar investasi drone yang sudah dilakukan Indonesia.
"Awal tahun ini, Kementerian Pertahanan Indonesia mengumumkan bahwa mereka membeli selusin drone militer dari Turki dengan nilai total $300 juta.