AS Ngambek Tak Bisa Jadikan NKRI Pangkalan Militer Buat Serang China Pakai Pembom Nuklir B-52H Hingga Jauhi Indonesia?

photo author
Zulaika Rizkia, Zona Jakarta
- Minggu, 17 Maret 2024 | 16:54 WIB
AS Ngambek Gagal Jadikan NKRI Pangkalan Militer Buat Serang China Pakai Pembom Nuklir B-52H Hingga Jauhi Indonesia?
AS Ngambek Gagal Jadikan NKRI Pangkalan Militer Buat Serang China Pakai Pembom Nuklir B-52H Hingga Jauhi Indonesia?

ZONAJAKARTA.COM- Meski awalnya menunjukkan dukungan terhadap NKRI atas klaim Nine Dash Line China, namun, AS kini justru disebut tak lagi memprioritaskan Indonesia hingga mengingkari janji soal Natuna.

Hal ini seperti dikutip Zonajakarta.com dari East Asia Forum edisi 30 Januari 2024 yang menyoroti sikap AS yang disebut tak lagi memprioritaskan Indonesia.

AS dituding mulai mengabaikan Indonesia dan lebih condong mendukung Vietnam dan Filipina.

"Meskipun mengakui pentingnya geopolitik Indonesia melalui CSP (comprehensive strategic partnership, RED-) Amerika Serikat tidak memprioritaskan Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan. 

Hal ini terlihat jelas dalam preferensi Amerika Serikat untuk bekerja sama dengan Vietnam dan Filipina – seringkali dengan mengorbankan ASEAN

Amerika Serikat telah melakukan 12 kali dialog keamanan dengan Vietnam, telah menjalin perjanjian maritim sejak tahun 2007 dan telah mengadakan puluhan latihan angkatan laut sejak tahun 2010.

Demikian pula, pembaruan aliansi Amerika Serikat dengan Filipina  telah ditindaklanjuti dengan latihan angkatan laut bilateral gabungan yang sering dilakukan, seperti Sama Sama dan Balikatan. 

Baca Juga: AS Disebut Tak Prioritaskan Indonesia Lagi Sampai Janji Soal Natuna Diingkari

Sejumlah latihan minilateral juga telah dilakukan yang melibatkan Australia dan Jepang," jelas East Asia Forum.

Bahkan, AS disebut melakukan penghinaan pada Jakarta.

"Penghinaan AS yang paling mencolok adalah ketika Biden melewatkan pertemuan ASEAN, AS-ASEAN, dan KTT Asia Timur di Jakarta saat menuju ke Vietnam untuk kunjungan bilateral terpisah pada bulan September.

Biden baru satu kali menginjakkan kaki di Indonesia pada KTT G20 Bali, sedangkan Jokowi sudah empat kali mengunjungi AS  selama masa kepresidenannya," jelas East Asia Forum.

Walaupun bersama Indonesia, AS telah melakukan Super Garuda Shield, latihan angkatan darat terbesar di kawasan, rupanya hal ini belum cukup.

"Meskipun CSP berisi komitmen terhadap kerja sama keamanan maritim yang lebih komprehensif, Amerika Serikat tidak memiliki kerangka kerja untuk melaksanakan perjanjian tersebut. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Zulaika Rizkia

Sumber: Asia Nikkei, Military Watch Magazine, East Asia Forum, The Drive

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X