ZONAJAKARTA.COM- Hari ini, 44 tahun lalu, tepatnya 21 April 1980, pesawat F-5 E/F Tiger II buatan Amerika Serikat (AS) pertama kali tiba di Lanud Iswahjudi TNI AU Indonesia.
Dikutip Zonajakarta.com dari akun Instagram @militer.udara edisi 21 April 2024, delapan pesawat F-5 E/F Tiger II yang dibeli Indonesia tiba pertama kali di Lanud Iswahjudi Madiun dengan diangkut Pesawat C-5A Galaxy milik Military Airlift Command USAF.
Setelah diturunkan, pesawat dibawa ke hanggar Skadron 14 untuk dirakit oleh tenaga ahli dari pabrik pesawat tersebut dan dibantu oleh teknisi TNI AU yang sebelumnya telah mengikuti pendidikan di Northtrop Co pabrik Pesawat F-5 Tiger II.
Kedatangan Pesawat F-5 E/F Tiger II tahap pertama ini disaksikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Ashadi Tjahyadi bersama para pejabat Mabes TNI AU kala itu.
Pembelian Pesawat F-5 E/F Tiger II dilaksanakan melalui suatu proyek yang diberi nama "Operasi Komodo".
Operasi Komodo ini tidak hanya merencanakan pembelian pesawat saja, tetapi juga pendidikan penerbang, teknisi, termasuk fasilitas tambahan berupa sarana dan prasarana.
Dengan pembelian pesawat ini, TNI AU kembali memasuki era supersonik seperti pada masa MiG-21F yang cukup disegani di tahun 1960-an.
Pesawat F-5 E/F Tiger II ini sudah dilengkapi dengan radar dan rudal sidewinder sebagai perlengkapan utama dalam misi pertempuran udara modern.
Untuk mengawaki pesawat ini, pada tanggal 5 Desember 1979 TNI AU mengirim Komandan Skadron 14 Mayor Pnb Holky Basah Kartadibrata, Mayor Pnb Budihardjo Surono untuk melaksanakan pendidikan konversi Pesawat F-5 E/F Tiger II ke Willian Air Base USA, dan tanggal 19 Januari 1980 dikirim kembali Kapten Pnb Zeky Ambadar.
Tiga penerbang ini menjalani pendidikan di Skadron 225th Tactical Fighter Training Squadron dengan menggunakan Pesawat F-5B dan F-5E/F.
Tiga penerbang inilah yang menjadi pionir dari penerbang-penerbang F-5 selanjutnya.
Para penerbang yang berhasil menerbangkan pesawat ini mendapat sebutan “Eagle”.