13 Radar GCI GM-403 Buatan Thales Prancis & PT LEN Industri Masih Kurang, Indonesia Bakal Borong Selusin Lagi dari Retia Ceko

photo author
Zulaika Rizkia, Zona Jakarta
- Kamis, 11 Juli 2024 | 14:55 WIB
13 Radar GCI GM-403 Buatan Thales Prancis & PT LEN Industri Masih Kurang, Indonesia Bakal Borong Selusin Lagi dari Retia Ceko
13 Radar GCI GM-403 Buatan Thales Prancis & PT LEN Industri Masih Kurang, Indonesia Bakal Borong Selusin Lagi dari Retia Ceko

Baca Juga: Prancis Rela Luncurkan Sasis Celeris 6X6 Demi Indonesia Karena PT SSE Klien Terhormat Texelis yang Bisa Diajak Kerja Sama

“Hubungan kerja kami dengan Thales, yang telah berlangsung selama beberapa dekade, memberi kami keyakinan bahwa Thales adalah mitra yang tepat untuk membantu kami memajukan Defend ID. Kontrak radar ini merupakan bukti lebih lanjut dari kemitraan kuat kami dan visi yang selaras untuk membangun keahlian secara lokal. Melalui proyek ini, PT Len akan membangun generasi penerus insinyur pertahanan di Indonesia.” Bobby RASYIDIN, Presiden Direktur, PT Len Industri.

Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Bobby Rasyidin menyebut perakitan tahap akhir (final assembly) 13 unit sistem radar pengendali Ground Control Interception (GCI) GM-403 yang dipesan Kementerian Pertahanan RI dari perusahaan teknologi Prancis, Thales, berlangsung seluruhnya di Subang, Jawa Barat.

Lokasi perakitan itu tepatnya di fasilitas milik PT Len Industri di Len Technopark.

Kontrak pembelian 13 unit sistem radar GCI GM-403 mulai efektif sejak 20 April 2022.

Targetnya, seluruh unit rampung dibuat secara bertahap selama 48 bulan (4 tahun) setelah kontrak efektif.

“Kontrak ditandatangani pada tanggal 20 April 2022 dan pengiriman dilakukan dalam waktu 48 bulan setelah tanggal efektif kontrak. Selain itu, periode garansi untuk sistem radar ini adalah 36 bulan,” kata Kepala Biro Humas Setjen Kemhan RI Brigadir Jenderal TNI Edwin Adrian Sumantha di Jakarta pada 28 Juni 2023 seperti dikutip dari Antara.

Baca Juga: PTDI Ogah Cuma Produksi Komponen Pesawat dari Imbal Beli Rafale Tapi Usulkan Cara Teknisi Indonesia Ikut Kuasai Teknologi Prancis

Nilai kontrak pengadaan 13 unit sistem radar itu mencapai 354 juta euro atau setara dengan Rp5,8 triliun.

“Nilai kontrak pengadaannya EUR 354.119.092,” kata Edwin.

Artinya, harga sistem radar GCI itu sekitar Rp446,8 miliar per unitnya.

13 radar GM400a pesanan Indonesia yang akan dipasang Thales Prancis dan PT LEN Industri juga dapat mengelola data dalam jumlah besar melalui aplikasi Kecerdasan Buatan (AI).

“Perolehan sebanyak 13 buah radar generasi terbaru menunjukkan keprihatinan negara berkenaan (Indonesia) untuk mengawasi ruang udaranya, yang secara langsung berkaitan dengan keadaan terkini di Indo-Pasifik di mana China sedang mengukuhkan lagi cita-citanya,” kata beliau seperti dikutip dari Defence Security Asia.

GM400 Alpha adalah radar yang terkenal dengan kinerja pendeteksian ancaman pada jarak jauh dan ketinggian rendah.

Baca Juga: Ofset Rafale dari Dassault Aviation Prancis Bisa Jadi Mesin Penghasil Uang Baru PTDI Indonesia

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Zulaika Rizkia

Sumber: Instagram @kemhanri, ANTARA, Thales Group

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X