Radar pesanan Indonesia ini juga disebut memberikan kesadaran situasional yang unggul untuk deteksi dini membantu angkatan bersenjata meningkatkan kedaulatan wilayah udara.
Radar pesanan Indonesia ini juga disebut memberikan kesadaran situasional yang unggul untuk deteksi dini membantu angkatan bersenjata meningkatkan kedaulatan wilayah udara.
Arsitektur digital radar memastikan bahwa radar tetap tangguh terhadap ancaman baru, serangan dunia maya, dan taktik peperangan elektronik.
SkyView yang merupakan sistem komando dan kontrol (C2) lengkap, mencakup wilayah geografis yang luas dan memastikan integrasi penuh Pusat Operasi Udara Indonesia di tingkat lokal, regional, dan nasional.
Skyview menyediakan gambar pengawasan udara 360° yang terintegrasi dan akurat melalui radar taktis Ground Master (GM) 400 Alpha yang mudah digunakan dan terbukti dalam pertempuran.
Segera setelah ancaman udara terdeteksi dan diidentifikasi, efektor yang relevan dapat dipilih dan diaktifkan.
Tak cukup cuma dengan 13 radar GCI GM-403 dari Thales Prancis, Indonesia rupanya juga akan memborong radar Retia, buatan Ceko.
Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Madya TNI Andyawan Martono Putra saat ditemui di kompleks Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (10/7/2024), menjelaskan radar-radar buatan Thales, Perancis, nantinya ditempatkan di kawasan yang berbeda dengan radar-radar buatan Retia, Ceko.
“Kami ada dua (pengadaan, red.), ada pengadaan dari Thales, satu lagi dari Eropa Timur sehingga nanti kita bagi yang di Eropa Timur di mana dan sebagian dari Eropa (Barat, red.) sehingga nanti semua terkelompok,” kata Andyawan seperti dikutip Zonajakarta.com dari Antara edisi 10 Juli 2024.
Dia menyebutkan beberapa tempat yang direncanakan menjadi lokasi radar, diantaranya di Sorong, Papua Barat Daya; Jayapura, Papua; dan Tambolaka, Nusa Tenggara Timur.
“Ada daerah Sumatera, ada lengkap semuanya,“ kata Wakil KSAU.
Dia menambahkan beberapa radar baru yang dibeli Indonesia dari Perancis dan Ceko juga akan menggantikan radar-radar lama yang saat ini memperkuat pertahanan udara Indonesia.
“Ada beberapa yang nanti mengganti radar-radar kita yang lama.
Radar kita yang lama teknologinya dari 1970-an, 1980-an, kita ganti,” kata Andyawan.
Sumber: Instagram @kemhanri, ANTARA, Thales Group