Rafale Diobral dengan Harga Murah ke Negara Ini Tetapi Ada Alasan di Baliknya

photo author
Vino Refano, Zona Jakarta
- Jumat, 17 April 2026 | 11:24 WIB
Jet tempur Rafale buatan Prancis ditawarkan ke Yunani untuk alasan tertentu.
Jet tempur Rafale buatan Prancis ditawarkan ke Yunani untuk alasan tertentu.

ZONAJAKARTA.com - Sebanyak 5 unit Mirage 2000-5 diambil dari inventaris Angkatan Udara Prancis untuk dilengkapi dengan kemampuan udara-ke-darat sebagai persiapan untuk transfernya ke Kyiv.

Sudah ada 3 unit Mirage 2000-5 yang telah dikirim ke Angkatan Udara Ukraina, salah satunya jatuh pada Juli 2025.

Kemudian dua lainnya dijadwalkan untuk dikirim pada Maret 2026 lalu.

Awalnya terlibat dalam misi pertahanan udara, dengan tingkat keberhasilan 98% dalam mencegat drone dan rudal Rusia, Mirage 2000-5 Ukraina kini melakukan serangan darat, berkat Senjata Udara-ke-Darat Modular (AASM atau "Hammer") yang dipasok oleh Prancis.

Jelas, Kyiv menginginkan lebih banyak Mirage 2000-5.

Tetapi dalam waktu dekat, akan sulit untuk mengambil lagi dari alokasi Angkatan Udara Prancis, kecuali jika pengiriman Rafale F4 baru dipercepat, mengutip laman opex360.com dalam artikel berjudul "Paris proposerait des Rafale à un prix avantageux pour convaincre Athènes de céder ses Mirage 2000-5 à Kiev" terbitan 12 April 2026.

Meskipun demikian, dua negara lain juga memiliki Mirage 2000-5 yakni Qatar dan Yunani.

Pada akhir Maret, muncul dugaan bahwa Kyiv sedang bernegosiasi dengan Doha mengenai kemungkinan transfer 12 pesawat Mirage 2000-5 milik angkatan udara Qatar sebagai imbalan atas keahlian di bidang peperangan anti-drone.

Meskipun Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan penandatanganan perjanjian yang bertujuan untuk membangun kerja sama "sepuluh tahun" di bidang pertahanan dengan tiga negara Teluk Persia (termasuk Qatar), tidak ada yang disebutkan tentang kemungkinan transfer pesawat tempur Mirage 2000-5 Qatar ke Ukraina.

Baca Juga: Rusia Konfirmasi Ekspor Jet Tempur Siluman Su-57, Iran Diduga Kuat Pesan 48 Unit

Hal itu menyisakan Yunani, yang pesawat Mirage 2000-5-nya sudah memiliki kemampuan serangan udara-ke-darat.

Masa depan pesawat-pesawat ini tidak pasti.

Bahkan, pada tahun 2024, Athena menolak untuk mentransfernya ke Kyiv karena "menurunkan" kemampuan pertahanan mereka bukanlah pilihan.

"Kami telah memberikan dukungan yang cukup besar kepada Ukraina melalui surplus peralatan militer kami. Sejauh yang kami mampu, kami akan terus melakukannya. Tetapi ketika kita mulai berbicara tentang jet tempur, diskusinya beralih ke tingkat yang berbeda. Kita belum sampai di sana," ujar Kyriakos Mitsotakis, Perdana Menteri Yunani saat itu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Vino Refano

Sumber: Opex360.com, Militarnyi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X