ZONAJAKARTA.com - Publik dibuat heboh atas temuan Mahfud MD terkait transaksi mencurigakan.
Dan bukan main-main, nominal dari transaksi mencurigakan itu mencapai 300 triliun.
Yang buat miris adalah menurut keterangan Mahfud MD bahwa temuan transaksi mencurigakan ini terjadi Kemenkeu.
Bahkan menurut pengakuannya, Menko Polhukam sudah melaporkan ini kepada instansi terkait sejak tahun 2009.
Tapi sangat disayangkan, Kemenkeu tidak merespon apapun saat itu.
Pernyataan Mahfud MD ini pun menjadi viral dan membuat gusar masyarakat, terutama kepada Kemenkeu dan Sri Mulyani selaku Menkeu.
Makan dari itu, Sri Mulyani akhirnya buka suara untuk menjawab kecurigaan masyarakat.
Pertama, Menkeu menjelaskan mengenai laporan yang diterima sejak tahun 2009 itu.
Sri Mulyani mengakui bahwa Kemenkeu menerima laporan atau surat dari PPATK.
Tapi di dalam surat itu tidak tercantum nominal transaksi termasuk 300 triliun itu.
“Isi laporannya hanya ada nomor surat, tanggal surat, dan nama-nama yang ditulis PPATK”, jawab Sri Mulyani.
Sri Mulyani sendiri baru mendapatkan laporan dari 2009 hingga 2023 itu pada 7 Maret 2023 lalu.