ZONAJAKARTA.COM- Unmanned Aerial Vehicle (UAV) ANKA SIHA incaran Indonesia yang dikembangkan oleh Turkish Aerospace Industries (TAI) Turki dengan sumber daya nasional akan melakukan transfer teknologi.
Turki tangan terbuka transfer teknologi drone ANKA SIHA lewat PT Dirgantara Indonesia alias PTDI.
Drone ANKA SIHA yang dibeli Indonesia dari Turki mampu diterjunkan di berbagai kondisi, termasuk kondisi siang/malam dan cuaca buruk.
ANKA merupakan UAV medium altitude long endurance (MALE) yang mampu melakukan beberapa fungsi sebagai drone tempur, termasuk observasi (intelijen, pengawasan dan pengintaian/ISR), deteksi dan identifikasi target, intelijen sinyal dan peperangan elektronik, jarak dekat misi dukungan udara, pemantauan wilayah maritim dan perbatasan relai komunikasi dan serangan udara ke darat serta dapat dilengkapi dengan beberapa jenis senjata.
Baca Juga: Drone ANKA SIHA Turki Dikirim ke Indonesia November 2025 Bukan Agustus Tahun Ini
ANKA disebut bisa terbang hingga 30 jam dan mencapai ketinggian 30 ribu kaki dengan jangkauan line of sight (LOS) mencapai lebih dari 250 kilometer.
UAV ANKA juga dapat membawa muatan hingga 350 kilogram.
Konfigurasi perangkat dan senjata yang dapat dipasang di ANKA antara lain EO/IR SATCOM+Radio Relay, EO/IR+SATCOM+Laser Guided Smart Bombs and Missiles, EO/IR+SATCOM+SAR/ISAR/GMTI+AIS dan EO/IR+COMINT/DF+ESM/ELINT.
Drone tempur buatan Turki ini memiliki rentang sayap 17,5 meter dengan panjang 8,6 meter dan tinggi 3,25 meter.
Dikutip Zonajakarta.com dari situs resmi Turkish Aerospace Industries Inc. (TUSAŞ), yang mengumumkan pembelian drone ANKA SIHA oleh Indonesia.
Dalam pembelian drone ANKA SIHA Turki, Indonesia menggelontorkan dana sekitar 300 juta dolar untuk mendapakan selusin pesawat nirawak.
"Indonesia menandatangani kontrak senilai USD 300 juta, untuk 12 ANKA UAV.