ZONAJAKARTA.com - General Manager Turkish Aerospace Industries Inc. (TUSAŞ) Temel Kotil mengumumkan bahwa kendaraan udara tak berawak bersenjata (SİHA) ANKA akan dikirimkan ke Indonesia dalam waktu dekat.
Dikutip Zonajakarta.com dari artikel terbitan kantor berita Mepa News pada 29 Juli 2023, di Pameran Industri Pertahanan Internasional yang diadakan di Istanbul pada hari Kamis (27/7/2023), Kotil mengatakan bahwa 6 ANKA SİHA akan dikirim ke Indonesia pada bulan Agustus.
Mengingat Indonesia telah memesan 12 ANKA SİHA dari Turki, Kotil menyatakan 6 di antaranya akan diproduksi di Turki dan dikirim pada Agustus, dan 6 di antaranya akan diproduksi di Indonesia dengan alih teknologi.
Pencapaian bahwa telah tercapainya kesepakatan dengan Tunisia, Kazakhstan, Malaysia, Kyrgyzstan, Aljazair dan Chad, serta Indonesia, terkait penjualan ANKA SİHA.
ANKA dapat beroperasi dalam kondisi siang dan malam.
ANKA SİHA, yang dapat bertahan di udara selama 30 jam, memiliki jangkauan 250 kilometer.
ANKA SIHA Unmanned Aerial Vehicle (UAV), incaran Indonesia dikembangkan oleh Turkish Aerospace Industries (TAI) Turki dengan sumber daya nasional.
Drone ANKA SIHA yang mau dibeli Indonesia mampu diterjunkan di berbagai kondisi, termasuk kondisi siang/malam dan cuaca buruk.
Demi memboyong drone Turki, ANKA, Indonesia rela menggelontorkan dana senilai USD 300 juta.
Namun bertolak belakang dengan pernyataan pihak Turki, Kementerin Pertahanan Indonesia justru menyebut jika drone ANKA SIHA tak datang di bulan Agustus 2023 ini.
Dikutip Zonajakarta.com dari artikel terbitan Antara pada 2 Agustus 2023, drone ANKA baru akan dikirim ke Indonesia dalam waktu 32 bulan lagi.
"Dihubungi pada akhir Juli 2023, Kepala Biro Humas Sekretariat Jendral Kementerian Pertahanan Brigjen Edwin Adrian Sumantha menginformasikan bahwa kontrak pembelian 12 unit ANKA senilai US$300 juta atau setara menjadi Rp4,5 triliun.