ZONAJAKARTA.com - Kapal selam nuklir Virginia class bakal dibeli lima unit oleh Australia.
Kesepakatan lima unit Virginia class merupakan wujud perjanjian AUKUS.
Dengan ini Australia akan memancing negara lain mengarahkan pandangannya kepada Virginia class.
Terlebih kapal selam tersebut akan beroperasi di perairan Asia Pasifik.
Baca Juga: F-15 E Strike Eagle, Cocok Jadi Jet Tempur Interim Indonesia daripada Mirage 2000
Susahnya Indonesia akan dijadikan lalu lalang Virginia class.
Gegara hal ini bisa jadi Indonesia ikutan terancam dengan eksistensinya.
Meski AUKUS secara tersirat menjelaskan kapal selam nuklir untuk melawan China dan tak ada urusannya ke Indonesia.
Virginia class merupakan kapal selam Tier 1 US Navy saat ini.
Ia kapal selam premium yang rencananya akan dibuat sebanyak 66 buah.
Saat ini sebanyak 22 Virginia class sudah jadi dan operasional.
Dikutip dari military.com, Tugas utama dari kapal selam ini adalah operasi militer ofensif.
Virginia class mau bagaimanapun merupakan bagian penting Carrier Battle Group (CBG) US Navy.
Karena tugasnya sebagai kapal selam serang, Virginia class akan dikirim lebih dulu ke daerah operasi.
Karena fungsi dari kapal selam salah satunya tugas intelijen.
"Virginia class adalah platform perang bawah laut terbaru Angkatan Laut AS dan menggabungkan yang terbaru dalam teknologi siluman, pengumpulan intelijen, dan sistem senjata," beber military.com.
Ketika melaksanakan misi intelijen tersebut Virginia class juga bisa melakukan serangan kepada target terpilih.
Apalagi ia dilengkapi rudal serang darat Tomahawk.
Baca Juga: Australia Beli Kapal Selam Nuklir Virginia Class, China Malah Tumpahkan Kekesalannya ke Indonesia
Bayangkan saja dari lautan lepas Tomahawk Virginia class bisa menghantam Surabaya tanpa bisa diketahui oleh militer Indonesia.
" Kapal selam serang dirancang untuk mencari dan menghancurkan kapal selam dan kapal permukaan musuh; memproyeksikan kekuatan darat dengan rudal jelajah Tomahawk dan Pasukan Operasi Khusus; melaksanakan misi Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance (ISR); mendukung operasi kelompok pertempuran; dan terlibat dalam perang ranjau," jelasnya.
Meski merupakan kapal selam utama US Navy saat ini, Virginia class malah kalah dari pendahulunya yakni Seawolf class.
Seawolf class merupakan kapal selam nuklir tercanggih selama US Navy berdiri.
Tapi ia dipensiunkan dini lantaran biaya produksinya amat mahal sekitar 3 miliar dolar AS per unit.
Berawal dari situ dirancanglah Virginia class yang lebih ramah kantong.
"Dengan biaya $3 miliar per unit, kelas Seawolf adalah kapal selam SSN termahal.
Kelas Virginia dimasukkan ke dalam produksi dengan kecepatan penuh karena lebih kecil dan membawa biaya yang lebih mudah dikelola daripada Seawolf," bebernya.
Virginia class Australia tentu sulit untuk dikalahkan apabila Indonesia cuma mengandalkan Nagapasa class.*
Baca Juga: Australia Beli Kapal Selam Nuklir Virginia Class, China Malah Tumpahkan Kekesalannya ke Indonesia