Kedatangan C-130 Super Hercules Indonesia Jadi Sorotan Media Asing

photo author
Beryl Santoso, Zona Jakarta
- Selasa, 7 Maret 2023 | 11:56 WIB
C-130 Super Hercules Indonesia (tni-au.mil.id)
C-130 Super Hercules Indonesia (tni-au.mil.id)



ZONAJAKARTA.com - C-130 Super Hercules resmi dimiliki Indonesia.

Indonesia menjadi pengguna pertama C-130 Super Hercules di Asia Tenggara.

Kedatangan C-130 Super Hercules menandai babak baru skadron airlift Indonesia.

Skadron 31 nantinya yang akan mengoperasikan C-130 Super Hercules.

Baca Juga: CN-235 MPA, Si Mata Elang Laksanakan Operasi SAR Selamatkan Kapal Pesiar KM Vivie Rae II

Indonesia memesan 5 unit Putra Zeus.

Baru pada Senin 6 Maret 2023, unit pertama C-130 Super Hercules tiba di tanah air.

Ia terbang rally dari markas Lockheed Martin di AS langsung ke Indonesia.

Sedangkan empat unit lainnya akan menyusul kemudia pada bula Juni, Juli dan Oktober 2023.

Unit terakhir akan tiba pada Januari 2024.

Negara tetangga pasti ngiler kepengen beli C-130 Super Hercules.

Tapi harga pesawat angkut taktis ini cukup mahal sekitar 460 miliar per unit.

Bagi negara yang cekak anggaran pertahanannya, cuma mimpi bisa mengoperasikan C-130J Super Hercules.

Baca Juga: Militer Rusia Kekurangan Stok Logistik Tempur di Ukraina

Versi J sangat berbeda dengan versi lainnya macam H atau MPA.

J merupakan versi lanjutan paling canggih di jenis airlift dalam keluarga Hercules.

Maka tak heran harganya bikin tepok jidat.

Meski demikian negara yang duit anggarannya cekak macam Filipina kesengsem ingin membeli C-130J.

Hal itu dilaporkan oleh kanal YouTube Filipinews, Selasa 7 Maret 2023.

Semenjak tahu Indonesia membeli C-130J, Filipina ikut ketularan membelinya.

Mereka akan coba membeli langsung dari Lockheed Martin supaya harganya lebih murah dibanding menggunakan jasa Foreign Military Sales (FMS) milik Pentagon.

"Departemen Pertahanan Nasional telah merilis Laporan Pemantauan Pengadaan pada Januari 2023, di mana telah dikonfirmasi bahwa Pemberitahuan Penghargaan telah dirilis pada 29 Desember 2022 lalu untuk Proyek Akuisisi Kemampuan Transportasi Udara Tambahan Angkatan Udara Filipina yang melibatkan akuisisi 3 pesawat angkut taktis berat C-130J Super Hercules dari Lockheed Martin.

Kesepakatan itu dilakukan melalui Direct Contracting, yang artinya adalah Penjualan Komersial Langsung dengan Lockheed Martin dan bukan melalui Penjualan Militer Asing dengan Departemen Pertahanan AS," lapor Filipinews.

Meski akan mendapat harga murah, namun tanpa FMS Filipina cuma akan menerima C-130J dalam mode utuh bulat.

Artinya tanpa ada dukungan suku cadang, perawatan hingga pelatihan kru bagi AU Filipina.

"Hal ini memungkinkan pesawat menjadi sedikit lebih murah tetapi tanpa banyak dukungan dari DoD (Dept of Defense) AS, yang mudah-mudahan ditutupi dengan cara lain oleh DND Filipina (Departemen Pertahanan Nasional) dan PAF (Angkatan Udara Filipina)," ungkapnya.

Selain C-130 Super Hercules, Indonesia juga akan kedatangan pesawat angkut berat Airbus A400M.*

Baca Juga: Jerman Keringat Dingin Bila China Kirim Senjata ke Rusia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Beryl Santoso

Sumber: Filipinews

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X